- Kolase tvOnenews.com / Antara foto
Buntut Johnny G Plate Terseret Kasus Korupsi, Rocky Gerung Justru Sebut Presiden Jokowi Tak Belajar Demokrasi, Ternyata..
"Pisang emas di bawah berlayar, Istana cemas karena tak pernah belajar," tuturnya.
"Akibatnya gak belajar, benar kata Masinton kita seolah-olah menduga-duga apa isi karung itu, Capres nya siapa, Wapres nya siapa. Padahal di dalamnya Cepret, Cebong Kampret," tambahnya.
Alasannya karena narasi kawin paksa Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, usai Rocky membaca headline di media soal duet Anies dan Ganjar di Bursa Pilpres 2024.
Lebih lanjut, Rocky Gerung menyebut soal Menkominfo Johnny G Plate yang ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).
"Tiba-tiba besok ditetapkan bahwa Menkominfo, Johnny G Plate jadi tersangka," tuturnya.
"Berantakan, tukar tambah ulang lagi itu, jadi tadi kalau kita tanya margin of error itu akan dihalangi oleh margin of terror," lanjut jelasnya.
Anies Baswedan saat menyambangi Kantor Nasdem usai Johnny G Plate ditetapkan menjadi tersangka. (Rika Pangesti/tvOnenews)
Kemudian, Rocky Gerung selaku pengamat politik menyebut bahwa seharusnya Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo didorong untuk bersaing, bukan malah menduetkan.
"Karena kita mau melakukan penyederhanaan politik," tuturnya
Di mana terbelah kedua pendukung Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.
"Tapi semua konstituen Islam pasti ke Anies, yang sekuler datang ke Ganjar tuh, yang di tengah mekeng partai sentris berupaya untuk balancing antara ideologi kiri dan kanan" ucapnya.
"Tetapi itu adalah antropologi politik kita adalah bersaing secara ideologis, gak mungkin itu 10 tahun kedepan itu 5x pemilu, hilang fasilitas Islam dan Sekuler," tambahnya.
Bahkan, Rocky Gerung mencontohkan jika memasang Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, sama halnya politik Amerika, jika memasang Donald Trump dan Hillary Clinton.
"Ngaco tuh, mending provokasi aja, itu poin dasarnya ada di situ. Nah ini yang menyebabkan kita gak tahu apa keinginan pak Jokowi," ungkapnya.
"Endorsement power nya tuh tinggal 7 persen doang, tapi tentu pak Jokowi tahu dia sebagai negarawan, udah gak mau berpikir negarawan, dia mau berpikir politisi untuk mengamankan dinasti," tuturnya.
Rocky Gerung juga dengan tegas mengungkapkan kuasa Presiden Jokowi dalam mengamankan dinasti dan menyerang lawan politiknya.