- dok.tvonenews.com/youtube tvonenews
Pakar Komunikasi Politik Soroti Gaya 'Koboi' Menkeu Purbaya, Dinilai Mulai Menyentuh Masyarakat Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com- Gaya komunikasi Menteri keuangan (Menkeu), Purbaya sejak awal masa jabatan, disebut-sebut berbeda dengan Sri Mulyani.
Menkeu Purbaya yang dilantik untuk menggantikan, Sri Mulyani sempat menuai kontroversi hingga viral dimedia sosial (Medsos). Hal ini seiring dengan khas gaya komunikasinya 'koboi'.
Gaya koboi yang melekat pada Purbaya, dianggap bicara apa adanya atau ceplas-ceplos. Seperti pendapat yang disampaikan Pakar komunikasi politik ini.
Dalam penjelasannya, Effendi Gazali mengatakan kehadiran Purbaya Yudhi Sadewa dianggap berbeda oleh masyarakat Indonesia.
"Mula-mula dari adanya kontroversi ya. Sehingga apa ya yang terjadi, atau realitas dan muncul pencitraan, masyarakat jadi mulai menyatu," ucapnya sebagai Pakar Komunikasi Politik, dikutip dari Youtube tvOnenews, Kamis (23/10).
Penjelasannya lebih lanjut, kata Effendi bahwa Purbaya sebagai Menkeu sudah mulai dikenal dan dirasakan oleh masyarakat Indonesia.
- dok.tvonenews.com/youtube tvonenews
Terlebih pada usia mereka yang masuk Gen Z, yang dilansir dari laman UPH, sebagai generasi yang memiliki pemikiran yang terbuka dan progresif.
Mereka tumbuh dalam lingkungan yang penuh keberagaman dan perubahan sosial yang cepat, lebih cenderung menerima perbedaan dan inovasi dengan tangan terbuka.
"Pada awalnya memang ada kontroversial, dengan gaya koboi, ceplas-ceplos atau bahasanya pendek-pendek. Ketika dia mulai masuk menggerakkan ekonomi, dan mulai menggunakan algoritma rasa tadi," sambungnya.
"Contohnya kaya dimana dia makan dipinggir jalan raya dengan pakaian jas gitu itu viral," katanya lagi.
Sehubungan dengan gaya komunikasi koboi Menkeu Purbaya, apakah boleh dimiliki oleh seorang menteri?.
- Tangkapan Layar YouTube
Menurut Effendi selaku pakar komunikasi politik, katanya kalau bisa lebih tenang. Sebab image atau sosok menteri keuangan, umumnya dikenal dengan pembawaan tenang dan bicara seperlunya.
Namun, ia tidak menyangkal jika, gaya komunikasi setiap individu bisa berbeda dan diiringi dengan kinerja.
Sehingga harus dipahami dan Purbaya harus lebih hati-hati. Katanya, dia sosok pejabat dan harus bisa mencerminkan itu.