- Istimewa
Tegas, Ibas Dukung Palestina dan Edukasi Anti-Islamofobia
Ibas mengungkapkan, perjuangan negara-negara muslim tidak hanya untuk membebaskan Palestina dari penjajahan, tapi juga membebaskan umat muslim dari ketertinggalan.
“Kita ingin melihat dunia Islam yang terus hidup maju, berkah dan bersatu. Maju dalam berpikir, sehat sejahtera dalam ekonomi, dan berhak dalam keadilan untuk semua,” terangnya.
Menurut Ibas, PUIC bisa menjadi salah satu penggerak dan pendorong pertumbuhan peradaban islam yang ramah, terbuka, dan maju.
“Inilah saatnya PUIC bangkit dan semakin maju, tidak lagi hanya menjadi forum diplomasi simbolik semata, tapi juga sebagai poros peradaban baru yang memperjuangkan liberty (kebebasan), prosperity (kemakmuran) and justice (keadilan) bagi seluruh umat manusia,” tegas Ibas.
Ketua Fraski Partai Demokrat DPR RI itu juga menyampaikan sudah saatnya kita tidak hanya bica tentang penyelesaian konflik dan pertikaian, tapi juga berbicara tentang peluang, kerjasama dan kemajuan bersama.
“Peluang dalam memperluas kerjasama ekonomi, teknologi, memperkuat sistem pendidikan dan kesehatan yang adil, menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, hingga menciptakan masa depan ekonomi umat islam yang berdaya saing," terang dia.
“Negara-negara OKI berdiri tegak, bermartabat, bersatu, dalam persaudaraan, bahu membahu demi kemajuan dan masa depan yang yang Hayatan Thayyibah (Hidup yang Sempurna),” lanjutnya.
Tak hanya tentang konflik di negara-negara islam, Ibas juga juga menggarisbawahi upaya global dalam melawan islamofobia dan membangun pemahaman yang lebih adil terhadap Islam.
“Ketika bertemu dengan Sekretaris Jenderal OKI di Arab Saudi, kami juga menekankan pentingnya upaya global dalam melawan islamofobia. Kita perlu mendorong pemahaman yang benar tentang Islam dan menolak semua bentuk islamofobia. Sudah saatnya narasi global tentang islam berubah,” tegasnya.
“Meningkatnya islamofobia secara global menjadi tantangan bersama bagi komunitas muslim PUIC untuk melawan secara terpadu atas diksriminasi tersebut. Seperti melakukan kampanye kesadaran, bergabung dengan badan-badan internasional, dan mempromosikan dialog antar agama dalam melawan stereotip negatif,” paparnya lebih lanjut.
Ibas kembali menekankan agar negara-negara OKI dapat bersama-sama mewujudkan nilai-nilai islam dalam kehidupan.