news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi - Petugas memeriksa kesehatan anak.
Sumber :
  • Antara

Mengenal Bahaya Anemia Defisiensi Zat Besi, Penyakit Anak yang...

Mengenal Anak yang kekurangan zat besi dalam masa tumbuh kembangnya beresiko mengalami anemia defisiensi zat besi.
Selasa, 15 April 2025 - 06:32 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Mengenal Anak yang kekurangan zat besi dalam masa tumbuh kembangnya beresiko mengalami anemia defisiensi zat besi

Defisiensi zat besi atau kekurangan zat besi dapat mengganggu pertumbuhan pada anak.

Sebab, zat besi merupakan zat yang esensial bagi tumbuh kembang anak karena jika asupan zat besi tidak mencukupi, produksi hemoglobin akan terganggu, sehingga anak berisiko mengalami anemia.

Dokter spesialis anak dari RSIA Bina Medika Bintaro, dr. Rizki Aryo Wicaksono, Sp.A, mengatakan memiliki dampak jangka panjang yang bisa berakibat fatal.

Salah satunya adalah gagalnya tumbuh organ pada anak karena kekurangan asupan oksigen.

"Jangka pendeknya, pasti anaknya jadi kekurangan sistem pertahanan tubuh, karena sel darah merahnya tidak terdistribusi dengan baik. Jangka panjangnya, karena kekurangan oksigen terus, nanti jadi gagal tumbuh. Organ-organnya tidak mendapatkan oksigen dan akhirnya menjadi gagal tumbuh," kata dr. Rizki dalam keterangannya, Selasa (15/4/2025). 

Selain itu, defisiensi zat besi juga dapat mengakibatkan anemia yang membuat kelelahan dan kelemahan fisik. Bila di abaikan, tentu saja hal ini membuat anak susah dalam belajar. 

“Yang lebih parahnya lagi, kalau misalkan oksigen itu tidak mencapai ke otak. Akhirnya anak-anak lebih cenderung tidak fokus, lesu, prestasi akhirnya menurun,” ucap dr. Rizki

Guna mencegah permasalahan defisiensi zat besi, dr. Rizki menyebut orang tua memberikan protein hewani pada anaknya. Mulai dari daging merah hingga sea food seperti ikan. 

“Bisa dengan daging merah. Atau enggak bisa juga dengan ikan-ikan laut,” ucap dr. Rizki

Selain itu, pangan terfortifikasi juga dapat menjadi pilihan untuk memenuhi zat besi pada anak. Beberapa contoh pangan terfortifikasi yakni seperti susu yang diperkaya zat besi, sereal sarapan, dan roti yang ditambahkan nutrisi.

Pangan terfortifikasi adalah makanan yang telah diperkaya dengan nutrisi tambahan, seperti zat besi, untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi harian.

Selain itu, pangan terfortifikasi sudah diformulasikan sehingga mengandung makronutrien dan mikronutrien yang dibutuhkan anak.

"Kalau makanan terfortifikasi itu kan sudah diformulasi ya. Jadi sebenarnya di bagian makanan itu dia ada makronutrien dan mikronutrien. Zat besi itu dia salah satu dari mikronutrien," tutur dr. Rizki.(lkf)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:22
03:15
03:14
03:12
01:38
03:43

Viral