news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Eli Agustin.
Sumber :
  • IST

Ditabrak Truk hingga Kehilangan Kedua Kaki dan Anaknya, Eli Agustin Tuntut Keadilan

Korban tragedi maut akibat human error atau kelalaian yang dilakukan oleh seorang supir perusahaan expedisi PT Karya Marga Intinusa (PT KMI), tak kuat membendung air mata saat melihat kedua kakinya sudah tiada.
Selasa, 8 April 2025 - 05:12 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Korban tragedi maut akibat human error atau kelalaian yang dilakukan oleh seorang supir perusahaan expedisi PT Karya Marga Intinusa (PT KMI), tak kuat membendung air mata saat melihat kedua kakinya sudah tiada.

Dia adalah Eli Agustin wanita berusia 30 tahun yang dilindas oleh truk tronton wing box saat sedang duduk menunggu suaminya mengantri giliran isi bensin di SPBU wilayah Cibitung.

Kesedihan yang dibalut dengan rasa duka juga harus dirasakan oleh Eli Agustin. Sebab, truck tronton milik ekspedisi PT KMI yang dikendarai oleh Suhanda berusia 61 tahun itu juga melindas putri kesayangannya.

Zea Nada Ayudisa, putri satu-satunya yang diharapkan bisa tumbuh besar dan membanggakan harus meninggal dunia di lokasi kejadian dengan kondisi yang mengenaskan pada tanggal 27 Agustus 2024.

Saat ini, Eli Agustin sudah tak bisa beraktivitas seperti biasa. Kehilangan kedua kaki membuat dirinya hanya bisa terbaring lemah diatas tempat tidurnya.

Keadilan yang sepadan tak kunjung datang. Pertanggung jawaban dari pihak perusahaan ekspedisi PT KMI seperti melecehkan manusia.

Nyawa seorang anak dan harus kehilangan kedua kaki hanya dibayar Rp50 juta. Saat keluarga menolak karena nilai tersebut tak sepadan, pihak perwakilan perusahaan ekspedisi PT KMI yang dipimpin oleh Direktur Budi mengatakan, Eli Agustin dan keluarga tak bersyukur.

“Dari pihak perwakilan perusahaan bilang ini adalah sebuah musibah, jadi mereka memandangnya kita enggak bersyukur dikasih uang Rp 50 juta,” kata Eli Agustin saat wawancara bersama awak media, Selasa (8/4/2025).

“Sekarang bukannya gak bersyukur ya, kita harus realistis karena kita butuh kedepannya seperti kaki palsu, seenggaknya aku juga punya usaha buat keuangan stabil lagi,” sambungnya.

Eli Agustin hanya minta pertanggungjawaban yang layak dari pihak perusahaan ekspedisi PT KMI, untuk keberlangsungan masa depan keluarganya.

Kehilangan nyawa dan kedua kaki jelas tak bisa dinilai dengan sebuah angka. Beruntung Eli Agustin dan keluarga masih bisa lapang dada dengan meminta pertanggungjawaban yang sepadan, bukan anak dan istri pemilik perusahaan gantian dilindas dengan kejam.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral