- Antara
Ini yang Diperlukan Agar Bijak Bermedia Sosial Tanpa Cyberbullying
Sementara, CEO PT Mahakarya Samudra Agung Muhajir Sulthonul Aziz menambahkan, banyaknya berita palsu yang berseliweran di media digial membuat masyarakat mudah terkena informasi hoaks. Hoaks merupakan informasi yang sesungguhnya tidak benar tetapi dibuat seolah-olah benar adanya.
”Tujuan dari berita bohong adalah membuat masyarakat merasa tidak aman, tidak nyaman, dan kebingungan. Dalam kebingungan masyarakat, akan mengambil keputusan yang lemah, tidak meyakinkan dan bahkan salah,” jelas Muhajir Sulthonul Aziz.
Diskusi dengan format talkshow dalam rangka festival makin cakap digital 2024 ini, juga menghadirkan tiga pembicara lain, yakni: Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Tulungagung Mei Santi, dosen Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya Meithiana Indrasari, dan Ketua Program Studi S1 Kewirausahaan Uiversitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo (Umaha) M. Adhi Prasnowo.
Untuk diketahui, diskusi di tengah festival seperti digelar di Banyuwangi ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemkominfo. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.
Sampai dengan akhir 2023, program #literasidigitalkominfo mencatat sebanyak 24,6 juta orang telah mengikuti program peningkatan literasi digital yang dimulai sejak 2017. Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024.
Kecakapan digital menjadi penting, karena – menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) – pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.(chm)