Modernisasi Peternakan Situ Bolang: Hentikan Konflik, Wujudkan Harmoni Peternak dan Petani Tebu
- Antara
tvOnenews.com - Pengelolaan peternakan di kawasan Situ Bolang, Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, terus berbenah menuju konsep modernisasi peternakan yang terintegrasi. Langkah ini bukan sekadar peningkatan sistem produksi, tetapi juga menjadi solusi nyata untuk meredam potensi konflik sosial antara peternak sapi dan petani tebu kemitraan.
Selama ini, persoalan sapi yang digembalakan secara lepas kerap memicu perselisihan. Ternak yang berkeliaran bebas berisiko masuk ke lahan tebu dan merusak tanaman milik petani. Kondisi tersebut tak jarang menimbulkan gesekan sosial yang mengganggu suasana kebersamaan di tengah masyarakat.
Kini, melalui konsep komunal yang terintegrasi, sistem pengelolaan sapi tidak lagi dilakukan dengan pola pengembalaan lepas. Seluruh ternak ditempatkan dalam sistem kandang komunal yang tertata dan diawasi secara kolektif. Konsep inilah yang diyakini mampu menghentikan perselisihan antara peternak dan petani tebu kemitraan.
Modernisasi ini bertujuan menjaga sapi agar tidak lepas liar, sehingga tidak memakan atau merusak lahan tebu petani. Dengan sistem yang terkontrol, suasana aman dan kondusif dapat tercipta, sekaligus menghindari gesekan sosial yang selama ini menjadi kekhawatiran bersama.
Kelompok Ternak Kandang Bolang selama ini dikenal sebagai salah satu pemasok daging sapi dan kambing untuk pasar tradisional hingga pasar modern di wilayah Indramayu dan sekitarnya. Konsistensi suplai serta kualitas ternak menjadi keunggulan utama dalam menjaga kepercayaan konsumen.
Saat ini, kelompok tersebut beranggotakan sekitar 65 peternak aktif dengan total populasi hampir 2.000 ekor sapi, selain ternak kambing yang juga menjadi komoditas unggulan. Skala usaha yang terus berkembang ini mendorong perlunya sistem pengelolaan yang lebih profesional, mulai dari manajemen pakan, kesehatan hewan, pengolahan limbah, hingga distribusi hasil ternak.
Menurut Warsim, Direktur Keuangan dan Pendukung Bisnis, melalui Hadi Suprapto, Kepala Bagian Legal PT PG Rajawali II, pengembangan peternakan Situ Bolang seharusnya lebih diarahkan pada penerapan sistem modern dan menghindarkan sapi dilepas liarkan dan merusak areal tebu, sehingga dipastikan sapi akan mencapai kemajuan dan sebagai langkah yang berkeberlanjutan.
"Konsep modernisasi ini diharapkan pada tata kelola managemen peternakan yang lebih baik dan terintegrasi. Dengan sistem yang tertata, diharapkan pola peternakan yang selama ini dilakukan kelompok ternak dengan pengembalaan secara lepas liar berganti menjadi sistem komunal sehingga terciptanya hubungan yang harmonis antara peternak dengan petani, dan tentu saja dengan perizinan kerjasama yang saat ini sedang diajukan oleh dinas terkait," ujar Hadi menyampaikan keterangan Warsim.
Load more