Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan sabu-sabu seberat 1,196 ton, yang diamankan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, merupakan hasil transaksi pengedar di tengah laut.
Bareskrim Polri mengatakan sabu seberat 1,196 ton yang diamankan Polda Jawa Barat di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, diduga berasal dari jaringan sindikat narkoba Timur Tengah.
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan pengungkapan peredaran sabu-sabu di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, seberat 1,196 ton.
"Kabupaten Pangandaran memiliki 93 kilometer pantai yang membentang dari timur ke barat, oleh sebab itu seharusnya alat negara bisa hadir untuk pengamanan seperti Lantamal. Karena selama ini baru ada pos TNI Angkatan Laut dan Polair saja dan kami siap untuk bekerja sama mengamankan perairan laut selatan Jawa. Khususnya di wilayah Pangandaran," papar Jeje Wiradinata kepada tvonenews.com melalui sambungan telepon, Kamis (17/3/2022).
Penyelundupan sabu seberat 1 ton di pantai Madasari, Pangandaran, mendapat sorotan publik. Pasalnya pelaku yang terlibat mulai dari kepala dusun hingga atlet
Usai penangkapan itu, Ondi mengaku diberi hadiah oleh petugas berupa uang tunai sebesar Rp 1 juta. Uang hadiah itu langsung dibagikan ke warga yang ikut mengepung bukit. Ondi dan warga setempat mengaku, peristiwa ini baru pertama kali terjadi di wilayahnya. Ondi selaku ketua RW setempat mengaku, tidak mengenali kelima pelaku tersebut.
Usai penangkapan itu, Ondi mengaku diberi hadiah oleh petugas berupa uang tunai sebesar Rp 1 juta. Uang hadiah itu langsung dibagikan ke warga yang ikut mengepung bukit
Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat menggagalkan usaha penyelundupan sabu sekitar satu ton pada pukul 14.00 WIB di perairan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (16/3/2022).
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.