Menurut mantan anak buah Aryanto, sang terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo memiliki sifat yang benar-benar mengejutkan banyak orang jika tahu.
Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Ferdy Sambo sempat disebut-sebut punya sifat yang sumbu pendek atau tempramen.
Bahkan, Sosok pria ini di hadapan hakim sempat 'curhat' dengan menyebut meskipun dia Kombes 'Butut, dia adalah senior Ferdy Sambo. Saat itu dia mengaku kalau...
Saksi ahli digital forensik Polri Heri Priyatno menyampaikan fakta terbaru terkait kasus pembunuhan Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa 20
Sebelumnya, mantan ajudan Ferdy Sambo itu juga pernah bicara secara blak-blakan bahwa dirinya kerap bergonta-ganti jawaban ketika diminta bersaksi. Adapun. . .
Melihat ke belakang, sebelum terlibeat kasus pembunuhan Brigadir J, sosok Ferdy Sambo merupakan sosok orang yang dihormati di kepolisian, terutama para anak...
Majelis Hakim pada sidang lanjutan kasus Ferdy Sambo kali ini, telah mendatangakan Mantan Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit, di
Koordinator kuasa hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis pada Selasa (29/11/2022) di PN Jaksel mengungkapkan cara agar kliennya bisa lolos dakwaan pembunuhan berencana.
Saat itu, Bharada E dan Bripka RR melakukan perlawanan terhadap untuk Ferdy Sambo dengan cara mengatakan bahwa mereka sempat melakukan perbuatan dosa ini karena
Salah satu momen menarik persidangan kasus pembunuhan Brigadir J adalah saat menghadirkan saksi yang merupakan mantan anak buah terdakwa Ferdy Sambo. Dia berani
Akibat ucapannya yang dianggap berbelit-belit dan berubah-ubah, anak buah Ferdy Sambo saat itu sempat didesak oleh jaksa penuntut umum (JPU)Â untuk mengaku. . .
Ia ditetapkan sebagai salah satu tersangka utama kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang kualitas rendah (KW) yang masuk ke Indonesia tanpa pemeriksaan fisik.
Kasus ini bermula ketika PT Blueray Cargo yang dipimpin John Field diduga berupaya agar barang impornya masuk melalui jalur hijau, yakni jalur pengeluaran barang tanpa pemeriksaan fisik.
Rizal menjabat sebagai Direktur di Bea Cukai pada 2024 hingga Januari 2026. Sebelumnya, dia menduduki posisi sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam.
Kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bermula dari PT Blueray Cargo (BR) menginginkan barang impor KW (tiruan) ilegal tidak dicek saat masuk ke Indonesia.