Musyawarah Kubro yang diinisiasi para mustasyar dan sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) kembali digelar tanpa tanpa kehadiran Rais Aam PBNU KH Miftachul Achyar.
PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya masih Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sekaligus Mandataris Muktamar ke-34 NU yang sah dan konstitusional.
Mencuat terkait rapat pleno yang digelar Syuriyah PBNU untuk menunjuk penjabat (Pj) Ketua Umum pada Selasa (9/12) malam. Sontak, hal ini menyedot perhatian
Pesantren Krapyak menegaskan tetap memberikan dukungan atas kepemimpinan Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf yang sah saat ini.
Meyoal polemik di NU, LPBH PBNU menilai Gus Nadir gagal memahami dinamika PBNU saat ini secara komprehensif dan kritis karena cenderung menganalisa persoalan tanpa objektif.ÂÂ
Berdasarkan Surat Edaran Nomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025 yang beredar pada Rabu, 26 November 2025, Gus Yahya dinyatakan sudah tidak lagi mengemban status Ketum PBNU.
Meredakan hubungan Nahdlatul Ulama dan Partai Kebangkitan Bangsa, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak PKB untuk mengembalikan kepemimpinan ulama
Ketua Umum (Ketum) PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mendapatkan mandat penuh dari Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar untuk segera memperbaiki PKB.
Pimpinan Pusat (PP) Perisai Syarikat Islam mendukung penuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap berada di bawah Presiden Republik Indonesia.
Staf Khusus Menteri Agama RI sampaikan pesan mendalam dalam Perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 Keluarga Besar Kawanua se-Dunia Indonesia di Jakarta (29/1/2026).