Berikut kaledioskop Persija Jakarta sepanjang tahun 2025 yang menarik untuk disimak, salah satunya adalah Rizky Ridho yang mencetak sejarah di Puskas Award 2025.
Nama Rizky Ridho mencuri perhatian publik sepak bola nasional. Bek andalan Persija itu resmi jadi pemain lokal termahal Super League. Nilai pasarnya meroket!
Keinginan Jay Idzes untuk melihat Rizky Ridho bermain di Eropa disampaikan secara langsung dalam sebuah wawancara di kanal YouTube. Idzes menyebut nama Ridho
Dengan nilai pasar yang menyentuh lebih dari Rp11 miliar, Rizky Ridho kini menjadi pemain termahal di skuad Persija Jakarta. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi
âRizky Ridho sebelumnya sempat mengharumkan nama sepak bola Indonesia setelah masuk dalam daftar nominasi Puskas Award 2025. Pencapaian itu menjadi sorotan lantaran jarang terjadi bagi pemain Tanah Air.
Suporter Timnas Indonesia ramai-ramai memberikan respons berkelas setelah Rizky Ridho kalah bersaing dengan Santiago Montiel dalam ajang FIFA Puskas Award 2025.
Rizky Ridho memberi respons setelah kalah dari Santiago Montiel untuk penghargaan FIFA Puskas Award 2025. Sang bek Timnas Indonesia lapang dada untuk menerima keputusan akhir.
Penyerang sayap klub Liga Argentina, Independiente, Santiago Montiel, resmi dianugerahi FIFA Puskas Award 2025 berkat gol salto sensasional yang dicetaknya ke gawang Independiente Rivadavia.
Lamine Yamal berpotensi absen di malam penghargaan FIFA The Best 2025. Sang penyerang Barcelona dinominasikan untuk penghargaan itu dan juga Puskas Award, bersaing dengan Rizky Ridho.
FIFA The Best 2025 akan diumumkan bareng Puskas Award, yang diikuti Rizky Ridho. Lamine Yamal dan Ousmane Dembele kembali difavoritkan untuk meraih trofi.
FIFA telah mengumumkan jadwal penyelenggaraan malam anugerah FIFA The Best 2025. Dalam acara tersebut, pemenang Puskas Award, yang diikuti oleh Rizky Ridho, akan diumumkan.
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.