Nasib timnas Malaysia tengah berada di ujung tanduk. Media terkemuka Negeri Jiran, New Straits Times, menyuarakan keprihatinan serius terkait kemungkinan besar Harimau Malaya dinyatakan kalah forfeit saat menghadapi Vietnam dalam lanjutan Kualifikasi Piala Asia 2027.
Upaya PSSI untuk menaturalisasi gelandang Jairo Riedewald dipastikan kandas. Kegagalan tersebut membuat sepak bola Indonesia kehilangan peluang memiliki pemain kelas atas, sekaligus menyingkap beratnya hambatan hukum dalam ambisi memperkuat tim nasional melalui jalur naturalisasi.
Nasib tujuh pemain naturalisasi Malaysia semakin terpuruk setelah Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menjatuhkan sanksi berat akibat pelanggaran regulasi.
Mees Hilgers berpotensi absen panjang akibat cedera ACL. Di tengah situasi tersebut, muncul satu nama yang disebut bisa jadi pengganti di Timnas Indonesia.
Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto, resmi mencoret satu pemain diaspora jelang Piala Dunia U-17 2025. Kepastian pencoretan itu diumumkan oleh FIFA.
Federasi Sepak Bola Nepal (ANFA) resmi mengajukan banding kepada FIFA untuk membatalkan hasil kekalahan 0â2 dari Malaysia pada laga Kualifikasi Piala Asia 2027 yang berlangsung di Johor, Maret lalu.
Peter Cklamovski enggan memberikan komentar lebih jauh terkait isu panas yang tengah membelit skuad Harimau Malaya dengan induk sepak bola dunia, FIFA.
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mengusulkan adanya kompetisi tambahan khusus pemain U-23 guna menambah jam terbang dan menit bermain para pemain muda.
Timnas Indonesia U-23 akan segera memulai perjuangan di babak Kualifikasi Piala Asia U-23 2026. Indonesia tergabung di Grup J dan bertindak sebagai tuan rumah, dengan seluruh laga dimainkan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.