Varian BA.5 dari keluarga Omicron adalah varian terkini virus Corona yang memicu gelombang baru Covid-19 dan dibalik 52 persen kenaikan kasus di seluruh dunia.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan laju penularan COVID-19 di Indonesia kini mencapai 2.000 lebih kasus per hari, tapi masih berada di level 1 versi Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).
Juru Bicara Kemenkes M. Syahril mengatakan saat ini terdapat 143 kasus Covid-19 varian Omicron subvarian BA4 dan BA5 di Indonesia terdeteksi melalui metode whole genome sequencing.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengatakan saat ini terdapat 143 kasus COVID-19 varian Omicron subvarian BA4 dan BA5 di Indonesia yang terdeteksi melalui metode whole genome sequencing.
Subvarian Omicron baru yakni BA.4 dan BA.5 disebutkan virus yang dapat lebih mudah menular dan memicu infeksi kembali pada penyintas COVID-19 varian Omicron.
Juru Bicara (Jubir) Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro mengungkapkan, virus SARS-CoV-2 varian Omicron subvarian BA.4 dan BA.5 kemungkinan menyebar lebih cepat.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperkirakan puncak kasus COVID-19 Omicron varian baru BA.4 dan BA.5 maksimum hanya akan mencapai 25.000 kasus per hari, yang berkaca pada pemantauan varian tersebut di negara lain.
Sebanyak 12 kasus BA.5 berasal dari hasil penelusuran kasus di Provinsi Jawa Barat. Sedangkan kasus BA.5 lainnya dilaporkan dari Provinsi DKI Jakarta dan Bali masing-masing sebanyak tiga kasus.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk mengenali gejala kasus COVID-19 subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5, yang memiliki karakteristik dasar mirip dengan varian Omicron asli.
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.