Kerusuhan di Prancis yang dipicu oleh pembunuhan seorang remaja keturunan Afrika Utara oleh polisi memang sudah mereda. Namun pergolakan atas ketidakpuasan warga di lingkungan miskin di Prancis, mencuat.
Presiden Emmanuel Macron mendesak pemerintah untuk melakukan semua tindakan yang diperlukan guna memulihkan ketertiban di Prancis, yang dilanda kerusuhan besar selama lima hari berturut-turut, yang dipicu pembunuhan seorang remaja oleh polisi.
Prancis menyangkal pernyataan dari OHCHR yang mendesak Prancis untuk mengatasi masalah diskriminasi rasial di dalam badan-badan penegakan hukum di negara mereka
Prancis harus segera menyelesaikan masalah rasisme dalam badan-badan penegak hukum di negaranya, buntut kasus penembakan remaja 17 tahun oleh pihak polisi.
Mounia, ibu dari seorang remaja berusia 17 tahun bernama Nahel yang tewas ditembak polisi Prancis mengatakan bahwa petugas polisi itu "melihat wajah seorang Arab, seorang anak kecil", dan "ingin mengambil nyawanya".
Untuk diketahui pemerintah mengumumkan hasil sidang Isbat 1 Syawal 1447 Hijriah usai azan salat Isya atau hampir pukul 20.00 WIB. Ihwal waktu yang dinilai