Nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tengah menjadi sorotan publik lantaran kebijakan-kebijakannya dalam memimpin Tanah Pasundan dinilai kontroversial, mulai dari syarat vasektomi
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad ikut menanggapi terkait rencana kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akan mengirim siswa bermasalah ke barak militer.
Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco membocorkan terkait dengan sosok calon wakil gubernur (cawagub) Dedi Mulyadi untuk Pilgub Jawa Barat (Jabar) 2024.
Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto blak-blakan menyebutkan, bahwa Golkar mendukung mantan Bupati Purwakarta sekaligus kader Gerindra, Dedi Mulyadi
Mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengaku dirinya mendapatkan banyak dukungan dari tokoh, komunitas, dan kelompok masyarakat menjelang di Pilkada 2024.
Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan nama pasangan calon yang sedang digodok internal partainya untuk Pilgub Jawa Barat (Jabar) 2024
Mantan Bupati Purwakarta dua periode Dedi Mulyadi klaim warga dari berbagai daerah di Jawa Barat agar maju mencalonkan pada pemilihan gubernur Jawa Barat 2024.
Partai Gerindra mengungkapkan telah melirik Dedi Mulyadi sebagai calon yang akan maju dalam Pilkada Jawa Barat 2024. Mantan Gubernur Purwakarta itu disebut..
Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi disorot bakal calon terkuat di Pilgub Jabar 2024. Meski Kang Dedi harus disetujui Prabowo untuk maju jadi calon Gubernur Jabar.
Dedi Mulyadi berterima kasih kepada seluruh warga Jawa Barat yang telah menentukan pilihannya di Pilpres untuk memenangkan Capres Prabowo hingga ditetapkan oleh KPU RI sebagai Presiden Terpilih
Lautan ribu kaum ibu-ibu menyambut capres nomor urut 2, Prabowo Subianto, ketika berada di Lembur Pakuan Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Sabtu (27/1/2024).
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.