Baru-baru ini, nama bintang voli Indonesia yang pernah perkuat Red Sparks di Liga Voli Korea, Megawati Hangestri, tiba-tiba kembali trending di negeri ginseng.
Red Sparks musim ini bukan lagi tim tangguh yang disegani usai ditinggal pemain kunci, salah satunya Megawati Hangestri. Tanpa pembenahan menyeluruh baik dari
Media Korea Selatan ungkap keburukan Shin Tae-yong sebelum resmi dipecat Ulsan HD. Hal ini bisa jadi pertimbangan sebelum PSSI memutuskan mengontrak lagi STY sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Media Korea Selatan, Chosun, mengkritik Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Mereka menyebut PSSI-nya Malaysia itu pengecut usai mengungkap alasan dihukum FIFA.
Kondisi dari media sosial Red Sparks dan Manisa BBSK jadi perbandingan setelah kedua klub tersebut ditinggal oleh sosok pemain andalannya, Megawati Hangestri.
Media Malaysia prihatin melihat nasib sial mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, di Ulsan HD hingga dikalahkan klub yang pernah diperkuat Pratama Arhan.
Media Korea Selatan memberikan reaksinya usai mengetahui Manisa BBSK yang diperkuat Megawati Hangestri dan kawan-kawan mengusung target tinggi yakni promosi ke kasta utama Liga Voli Turki atau Sultanlar Ligi.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta.
RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.