Mabes Polri diduga sudah dapat kesimpulan kasus Vina dan Eky. Pakar psikologi forensik Reza Indragiri minta polisi segera mengumumkannya, simak selengkapnya...
Pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel blak-blakan sebut kasus Vina dan Eky yang terjadi pada 2016 silam bukan lagi jadi prioritas tertinggi Polri...
Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso mengungkap fakta mengejutkan terkait perkembangan kasus Vina dan Eky yang terjadi pada 2016 silam.
Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan mengungkap ada pernyataan dari jenderal purnawirawan Polri yang menyesatkan masyarakat soal kasus Vina dan Eky Cirebon.
Iptu Rudiana akhirnya muncul ke hadapan publik untuk berikan klarifikasi terkait kasus Vina dan anaknya, Eky. Dia pun mengungkap pernah dua kali bertemu Vina...
Di hadapan Dedi Mulyadi, teman tongkrongan Eky pada masa remaja, Fransiskus Marbun menceritakan bagaimana sosok Eky yang sebenarnya. Anak Iptu Rudiana ini...
Berbagai isu juga spekulasi liar muncul di tengah pembicaraan publik, kini sebuah dugaan mengatakan bahwa Eky yang sebenarnya masih hidup, teman Eky jawab tegas
Kasus kematian sejoli muda Vina dan Eky di Cirebon semakin semrawut usai Dede muncul di publik mengaku memberi kesaksian palsu pada peristiwa yang terjadi 2016.
Hari ini, Majelis Hakim PN Bandung bakal memberi putusan sidang praperadilan tersangka Pegi Setiawan pada kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon, Jawa Barat.
Kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon, delapan tahun silam terus menuai pro dan kontra lantaran terdapat pelaku yang belum dihukum. Putusan Mahkamah Agung (MA) kembali disorot untuk para terpidana.
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.