Tepat dua bulan semenjak kematian MIP, Kacab Bank di Cempaka Putih, keluarga korban kembali mendatangi Markas Polda Metro Jaya untuk mendesak penetapan pasal paling berat.
Bareskrim pajang uang Rp204 miliar hasil pembobolan rekening dormant. Sindikat ini libatkan 9 tersangka, 2 di antaranya terkait kasus pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih.
Kasus pembunuhan berencana Kacab Bank BUMN Mohammad Ilham Pradipta (37) masih janggal menurut keluarga Ilham. Bahkan baru-baru ini, Pengacara keluarga Ilham
Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengungkap fakta terbaru soal dua oknum TNI yang terlibat dalam kasus penculikan sekaligus pembunuhan kacab bank.
Polda Metro Jaya mengungkapkan, kepala cabang (kacab) bank BUMN di Cempaka Putih, M Ilham Pradipta (37) sempat melakukan perlawanan keras sebelum tewas berujung jasadnya dibuang di Kabupaten Bekasi.
Pihak keluarga korban penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih, Muhammad Ilham Pradipta (37), menduga motif pelaku jauh lebih besar daripada sekadar mencari rekening dormant.
Baru terungkap, ternyata pelaku penculikan dan pembunuhan kacab bank tidak bisa menemukan kacab bank yang mau diajak bermain kotor soal rekening dormant.Â
Meski sudah direncanakan matang-matang, ternyata ada rencana pelaku penculikan dan pembunuhan kacab bank yang gagal total. Inilah rencana yang gagal itu.
Beruntung, hingga kini dana di rekening dormant tersebut belum berhasil dipindahkan. Para pelaku gagal mengeksekusi rencana karena terbentur izin dari pihak bank.Â
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.