Tak disangka, Muhamamd Husen pelaku pembunuhan mayat dicor di Semarang dikenal sebagai sosok ramah dan humoris. Hal ini diungkapkan oleh mantan rekan kerjanya.
Dari pra-rekonstruksi Husen memperagakan sebanyak 50 adegan pembunuhan bos depo air isi ulang. Masih ada beberapa adegan lagi yang belum diperagakan pelaku.
Kasus pembunuhan mayat dicor di Semarang membuat publik geger. Pelaku yakni Muhammad Husen (28) yang merupakan karyawan korban IW, memberikan jawaban nyeleneh.
Pembunuhan bos depo air isi ulang di Semarang, pelaku mengaku dendam dan sakit hati sering dianiaya korban semasa hidupnya. Korban dimutilasi kemudian dicor.
Muhammad Husen menghabisi nyawa bosnya Irwan Hutagalung karena sakit hati sering dianiaya. Korban dimutilasi jadi 4 bagian yakni 2 tangan, kepala dan badan.
Pembunuh bos depo air isi ulang AHS Arga Tirta di Jalan Mulawarman Raya, Kelurahan Kramas, Tembalang, Semarang merasa puas usai telah menghabisi nyawa korban.
Penemuan sesosok mayat yang tewas dimutilasi dan dicor di Semarang menghebohkan masyarakat. Diketahui mayat tersebut merupakan seorang pemilik depot air isi....
Kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap mayat dicor yang ditemukan di depo air isi ulang AHS Arga Tirta, Jalan Mulawarman Raya, Kramas, Tembalang, Semarang
Polisi menduga korban mayat dicor di depo air isi ulang AHS Arga Tirta, Jalan Mulawarman Raya, Semarang, Senin (8/5/2023) siang dibunuh dalam rentan dua waktu.Â
Penemuan mayat dicor di Semarang pada Senin (8/5) menghebohkan publik. Peristiwa ini terjadi di ruko air isi ulang AHS Arga Tirta, Semarang. Ini kronologinya...
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.