Bamsoet menilai Mentan Amran berani mengambil langkah strategis melalui transformasi dan investasi sektor pertanian yang menyentuh langsung masyarakat bawah.
Mentan Amran menegaskan kemajuan pertanian RI seharusnya tidak terlepas dari kontribusi IPB dan para alumninya yang tersebar di berbagai bidang strategis.
Amran menilai Maluku Utara memiliki potensi besar sebagai episentrum pengembangan komoditas perkebunan yakni rempah seperti pala, cengkeh, dan komoditas kelapa.
Menurut Amran, hilirisasi kelapa dalam memiliki potensi ekonomi yang sangat besar karena saat ini RI mengekspor sekitar 2,8 juta ton setiap tahun dengan nilai Rp24 triliun.
Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mengawal keberlanjutan hilirisasi pertanian untuk mengurangi ketergantungan impor.
Mentan Amran menyampaikan bahwa sesuai gagasan besar Presiden Prabowo Subianto, hilirisasi digalakkan untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat.
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Bachtiar Najamudin, menilai Mentan Amran cukup penting dalam mengawal program prioritas Presiden di bidang ketahanan pangan.
Kadin membahas pertanian, tenaga kerja migran, dan hilirisasi dalam pertemuan dengan Luhut. Fokus pada solusi konkret untuk ekonomi nasional dan dunia usaha.
Mentan Amran Sulaiman menegaskan, salah satu upaya yang dilakukan dalam menyukseskan salah satu program utama pemerintah yakni swasembada pangan adalah dengan melakukan transformasi pertanian tradisional ke modern
Pemerintah RI melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi memberikan penghargaan untuk Kementan dalam Penilaian Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha 2024.
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.