Sejak pertama kali diadakan pada 2002, Proliga telah melahirkan banyak atlet voli cantik nan berbakat. Beberapa dari mereka bahkan mampu membawa nama Indonesia
Tim voli putri TNI AU Electric akan menurunkan para pemain bintang termasuk Hany Budiarti yang jadi andalan di turnamen bergengsi Livoli Divisi Utama 2024.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang menuntut agar pengembalian uang hasil korupsi senilai Rp2,3 miliar dari proyek peningkatan kualitas permukiman kumuh dan
Pemain Red Sparks buktikan perkataan Megawati Hangestri soal Indonesia ternyata benar dan Giovanna Milana yang puji duet barunya di Proliga Indonesia musim 2024
Setelah resmi gabung klub Jakarta BIN, Giovanna Milana kini akan menjadi musuh rekan duetnya di Red Sparks, Megawati Hangestri, pada gelaran Proliga musim 2024.
Jelang laga eksebisi melawan Megawati Hangestri Cs bersama Red Sparks, Indonesia All Star akan diperkuat sejumlah pevoli cantik Proliga, Yolla Yuliana termasuk?
Dibalik kehebatannya ketika tampil di kompetisi Proliga, ternyata bidadari voli Indonesia ini merupakan anggota aktif dari Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Kompetisi voli Indonesia atau Proliga jadi salah satu kompetisi olahraga di Indonesia yang cukup mencuri perhatian pecinta olahraga khususnya penggemar voli.
Atlet voli cantik berikut ini ternyata juga berstatus sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Latar belakang mereka beragam, ada yang memang berasal -
Berbeda dari Tim Nasional Voli Putra yang sudah mendapat panggilan, belum ada kejelasan soal pemanggilan pemain oleh pelatih Timnas Voli Putri, Alim Suseno.
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.