Pemain keturunan Indonesia Grade A Eropa, Mees Hilgers dikabarkan sudah tiba di Jakarta dan akan menyaksikan laga Timnas Indonesia vs Australia pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Malaysia diduga ikut meniru cara Timnas Indonesia yang berkembang pesat di bawah asuhan Shin Tae-yong, dengan mengincar pemain keturunan Grade A, ini daftarnya.
Pemain Eropa Grade A ini awalnya tolak mentah-mentah tawaran dari Shin Tae-yong untuk memperkuat Timnas Indonesia, apakah kali ini akan berubah pikiran?
Pemain keturunan Indonesia kelas Eropa ini memberi tanggapan soal pro kontra program naturalisasi timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong, beri jawaban cerdas.
Ini dua berita terhits. 5 Pemain 'grade A' keturunan Eropa ini ajukan diri bergabung ke skuad Garuda dan Shin Tae-yong mengeluhkan lini pertahanan Timnas Indonesia U-23.
Pemain ini disebut bukan pemain Grade A tapi sangat dibutuhkan Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong, ternyata dia Grade A Plus kata Bung Binder, siapakah dia?
PSSI sampai saat ini belum memberikan informasi terbaru soal naturalisasi Grade A yang dijanjikan untuk bermain di Timnas Indonesia dalam ajang Piala Asia 2023.
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong yakin anak asuhnya bisa tumbangkan Turkmenistan di laga FIFA Matchday, Jumat (8/9). Selain itu pemain grade A keturunan
Guna mendongkrak performa Timnas Indonesia, deretan pemain keturunan Indonesia dengan kualitas tingkat teratas atau Grade A yang bermain di klub top Eropa.
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.