Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut Nisya mendapatkan dukungan penuh untuk mewujudkan cita-citanya menjadi pramugari, meski sebelumnya tersandung kasus penyamaran.
Kisah pilu pramugari gadungan Batik Air, Khairun Nisa nekat nyamar jadi kru kabin karena malu ditipu di hadapan orang tuanya. Kini ditawari pendidikan gratis.
Usai viral, pramugari gadungan Batik Air, Khairun Nisa mendapatkan kabar baik. Ia mendadak mendapatkan tawaran pendidikan gratis dari sebuah sekolah pramugari.
Polresta Bandara Soekarno-Hatta telah melakukan pemeriksaan terhadap pramugari gadungan bernama Nisya (23) yang mengaku-ngaku sebagai awak kabin maskapai penerbangan Batik Air.
Inilah fakta-fakta terkait pramugari gadungan yang nekat naik pesawat hingga viral di media sosial. Mulai dari pernah melamar kerja tapi gagal hingga membeli seragam secara online.
Begini kisah Khairun Nisya (23) pramugari gadungan Batik Air yang viral gara-gara kepergok berbohong soal pekerjaannya. Ternyata ia ditipu orang di Jakarta.
Terungkap momen Khairun Nisya (23) terbongkar jadi pramugari gadungan di Batik Air. Polisi mengatakan, perempuan itu mulanya ketahuan dari seorang kru kabin.
Aksi wanita asal Palembang viral usai menyamar jadi pramugari Batik Air. Ia nekat memakai seragam asli demi meyakinkan orangtuanya bahwa sudah bekerja.
PSIM Yogyakarta tidak bisa berbuat banyak saat menghadapi Persijap Jepara pada pekan ke-25 Super League di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (11/3/2026).
Nasib pilu dialami siswa Kelas XII SMK IDN Boarding School di Kabupaten Bogor menjadi sorotan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencabut izin pendirian sekolah
Babak playoff Liga Voli Korea 2025/2026 semakin dekat, Pink Spiders dan GS Caltex bersiap bertarung di fase selanjutnya. namun Daejeon Red Sparks gagal lolos?
Kronologi izin SMK IDN Boarding School Bogor dicabut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Simak alasan, polemik legalitas sekolah, dan nasib ratusan siswa terdampak.
Wali murid SMK IDN Bogor menagih kepastian nasib anak-anak mereka, pascapencabutan izin operasional sekolah oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi (KDM).