Billy Mambrasar mendesak Menteri Koperasi membuka akses modal dan revitalisasi koperasi di Papua agar anak muda mendapat kesempatan ekonomi yang setara.
Pj. Gubernur Papua Pegunungan, Dr. Velix Vernando Wanggai sambut inovasi yang dilakukan sebagai implementasi Proyek Perubahan untuk sinergitas pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.
Upaya keras Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dalam mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong, mendapat respon positif dari Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.
Sejumlah pemerintahan berada di Provinsi Papua Tengah mendapatkan setoran dari PT Freeport Indonesia (PTFI) atas keuntungan bersih perusahaan pada tahun 2023.
Pemekaran Provinsi Papua mendapat perhatian serius para Penjabat (Pj) Gubernur di wilahah tersebut soal memperkuat ikatan nilai, filosofi kebersamaan, kesatuan sosial budaya, dan perekonomian lintas wilayah administrasi.
Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka menegaskan akan terus melanjutkan pembangunan di Papua. Ia dan capres Prabowo Subianto komitmen tidak akan pernah meninggalkan Papua.Â
Mentan Syahrul Yasin Limpo terus memacu pemerintah daerah untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim ekstrim kekeringan (El Nino) agar tidak berdampak terhadap penurunan produksi pangan.
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI, mengungkapkan bahwa konflik yang terjadi di Tanah Papua beragam, bukan hanya tentang ideologi. Ketua Komnas
Kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua memprediksikan pertumbuhan ekonomi Papua pada 2023 diperkirakan berada kisaran 3,75 persen hingga 4,15 persen.
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.