Perlahan kasus pembunuhan berantai Bekasi-Cianjur oleh Wowon Cs kini mulai terungkap. Kasus yang melibatkan ketiga tersangka yaitu Wowon, Duloh, dan Dede.
Kasus pembunuhan berantai dengan modus penipuan dan supranatural. Adapun kisah TKW yang nyaris jadi korban pembunuhan berantai Wowon dan Duloh, (30/1/2023).
Aksi Wowon Cs telah terungkap sejak adanya keluarga yang berjumlah 3 orang menjadi korban akibat keracunan yang telah meninggalkan anak-anak dibawah umur.
selain korban 3 orang diduga keracunan. Ternyata kasus tersebut merupakan buntut dari pembunuhan berantai yang dilakukan Wowon Cs sejak beberapa tahun lalu.
Pihak Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap motif Wowon Erawan alias Aki tega menyerahkan istri sirinya yakni Ai Maimunah untuk dibunuh oleh Duloh.Â
Kini pihak kepolisian telah menetapkan 3 pelaku dalam kasus pembunuhan berantai, yakni Wowon Erawan alias Aki (60), Solihin alias Duloh (63) serta Dede (35).
Lanjutan serial Killer Cianjur dan Bekasi. Adapun kini, Terbongkar siasat licik Dede, komplotan Wowon Cs di pembunuhan berantai Cianjur dan Bekasi, (24/1/2023)
Fakta baru kasus pembunuhan berantai atau serial killer di Cianjur dan Bekasi. Adapun, Polisi beberkan peran masing-masing pelaku pembunuhan berantai di Cianjur
Pihak kepolisian telah menetapkan tiga tersangka pembunuhan berantai yakni Wowon Erawan alias Aki (60), Solihin alias Dulah (63), dan Dede alias Solehudin (35)
Terkuak rangkaian kematian 9 korban Serial Killer di Cianjur Bekasi, kekejian Wowon dan Duloh. Kejanggalan ini berawal dari sekeluarga di Bekasi tewas keracunan
Kabar terbaru pembunuhan berantai, Kematian Siti Fatimah korban Serial Killer Wowon Cs bikin keluarga terkejut, usai tewas hanyut di laut, Minggu (22/1/2023).
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.