Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko menyoroti fakta bahwa ada 70 anak terpapar konten kekerasan melalui komunitas True Crime Community (TCC).
Fakta-fakta mengejutkan soal siswa pelempar bom molotov di SMPN 3 Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat akhirnya terkuak. Inilah daftarnya.
Seorang anak SMP di Kalimantan Barat nekat melempat bom molotov di sekolahnya. Densus 88 mengungkap aksi ini terinspirasi peristiwa kekerasan di luar negeri.
Siswa kelas IX SMPN 3 Sungai Raya Kalimantan Barat membuat geger setelah meledakkan bom molotov di area sekolahnya, hingga sebabkan seorang mengalami luka.
Pertamina menandatangani nota kesepahaman dengan PT SRC Indonesia Sembilan, anak perusahaan PT Sampoerna, untuk memudahkan masyarakat dalam akses energi.
Pelatih Liverpool Arne Slot mengatakan girang setelah striker barunya, Hugo Ekitike, mencetak gol perdananya dalam laga kompetitif Community Shield melawan Crystal Palace di Stadion Wembley, Minggu 10 Agustus 2025.
Di tengah derasnya transformasi digital yang mengguncang berbagai sektor kehidupan, nama Bangkit Nugraha, atau yang akrab dikenal dengan sapaan Bara, mencuat sebagai wajah baru semangat generasi muda Indonesia yang melek teknologi dan berani membawa perubahan.Â
Mimpi besar komunitas Muslim Indonesia di Edmonton, Kanada untuk memiliki masjid sendiri dikabarkan kini berada di ujung tanduk. Sebab, tenggat waktu pelunasan lahan yang semakin dekat. Bahkan uang sebesar Rp 600 juta sebagai down payment (DP) disebut juga bisa hangus.
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.