Densus 88 Antiteror Polri Ungkap Anak di Kalbar Lempar Bom Molotov di Sekolah Terinsipirasi Aksi Kekerasan di Luar Negeri
- (ANTARA/HO-Densus 88 AT Polri)
Jakarta, tvOnenews.com - Densus 88 Antiteror Polri mengungkap fakta baru di balik insiden siswa kelas IX di SMPN 3 Sungai Raya, Kalimantan Barat, yang meledakan bom molotov di area sekolah, Selasa (3/2/2026).
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana, mengatakan bahwa yang bersangkutan melancarkan aksinya terinsipirasi oleh aksi-aksi kekerasan di luar negeri.
“Betul (terinspirasi oleh aksi-aksi kekerasan di luar negeri),” kata Mayndra, kepada wartawan, Rabu (4/2/2026).
Sementara itu diketahui terdapat nama sejumlah pelaku penembakan massal dan sering dijadikan referensi di komunitas ekstrem online tertulis di tas anak tersebut.
Nama-nama yang tertulis di antaranya;
1. Stephen Paddock
Pelaku penembakan massal Las Vegas 2017. Insiden ini termasuk penembakan paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat modern.
2. Adam Peter Lanza
Pelaku penembakan Sandy Hook Elementary School 2012. Menewaskan anak-anak usia sekolah dasar dan guru. Sering dijadikan simbol ekstrem kekerasan nihilistik.
3. Seung-Hui Cho
Pelaku penembakan Virginia Tech 2007. Salah satu kasus awal yang banyak dianalisis dalam studi tentang lone wolf dan alienasi sosial.
4. Salvador Ramos
Pelaku penembakan Uvalde, Texas 2022. Menargetkan sekolah dasar.
5. Luca Traini
Pelaku penembakan bermotif rasial di Macerata, Italia 2018. Berafiliasi dengan ideologi ekstrem kanan.
6. “Tarrant”
Merujuk pada Brenton Tarrant, pelaku serangan teror di Christchurch, Selandia Baru 2019.
7. #ZERO DAY
Istilah ini sering dipakai dalam subkultur kekerasan ekstrem dan merujuk pada hari eksekusi serangan. Juga terkait dengan narasi film “Zero Day” tentang penembakan sekolah.
8. TCC
Untuk diketahui, Seorang siswa kelas IX di SMPN 3 Sungai Raya, Kalimantan Barat, membuaut geger usai meledakan bom molotov di area sekolah, Selasa (3/2/2026). Satu orang dikabarkan mengalami luka atas peristiwa ini.
“Korban iya (satu), tapi bukan korban jiwa ya. Iya (korban lukah siswa juga),” kata Mayndra.
Lebih lanjut Mayndra menerangkan, dari peristiwa ini, ditemukan barang bukti berupa enam buah botol berisi bahan bakar minyak dan sumbu kain (Bom molotov), empat diantaranya meledak.
“Iya (ditemukan enam), terus empat itu meledak, trigger-nya saja. Diharapkan petasannya itu meledak, bomnya juga ikut terpicu. Tapi syukur alhamdulillah tidak, gitu,” jelas Mayndra.
Load more