ANJT yang dikuasai Ciliandra Fangiono mendapat utang jumbo dari BCA dan BRI untuk menopang aktivitas bisnis sekaligus menjaga stabilitas arus kas perkebunan sawit.
Di bawah kendali Ciliandra Fangiono, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) berhasil meraih pinjaman dari murah dari Bank Rakyat Indonesia senilai Rp2 triliun.
Sebanyak 13 Direktur dan Dewan Komisaris Perseroan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk atau ANJ (ANJT) mundur secara bersamaan setelah perusahaan diakuisisi Ciliandra Fangiono.
Meski di tengah alarm darurat IHSG, saham ANJT ternyata segar menghijau atau mengalami kenaikan signifikan sebesar 19,63 persen atau 265 poin ke level Rp1.615,00.
Ciliandra Fangiono merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia dari bisnis sawit. Majalah Forbes memperkirakan kekayaan Ciliandra mencapai USD2,4 miliar
Pada tahun 2007, Ciliandra Fangiono bergabung sebagai dewan direksi First Resources, Ltd. Dua tahun kemudian, dia diangkat sebagai CEO perusahaan tersebut.Â
Ia ditetapkan sebagai salah satu tersangka utama kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang kualitas rendah (KW) yang masuk ke Indonesia tanpa pemeriksaan fisik.
Kasus ini bermula ketika PT Blueray Cargo yang dipimpin John Field diduga berupaya agar barang impornya masuk melalui jalur hijau, yakni jalur pengeluaran barang tanpa pemeriksaan fisik.
Rizal menjabat sebagai Direktur di Bea Cukai pada 2024 hingga Januari 2026. Sebelumnya, dia menduduki posisi sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam.
Kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bermula dari PT Blueray Cargo (BR) menginginkan barang impor KW (tiruan) ilegal tidak dicek saat masuk ke Indonesia.