Bank Indonesia (BI) melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan Agustus 2025 pada Selasa (19/8/2025) dan Rabu ini memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps).
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) telah memutuskan untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan setelah mempertahankan suku bunga selama tiga bulan berturut menjadi 5,50% dari sebelumnya sebesar 5,75%. Keputusan dianggap ideal dalam kondisi inflasi yang masih dalam kisaran target BI   dan tekanan eksternal terhadap rupiah yang semakin mereda.
Keputusan itu dibacakan berdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) Bulan Mei 2025 yang diselenggarakan pada Selasa (20/5) dan Rabu (21/5).
Meskipun suku bunga belum diturunkan bulan ini, Bos BI menegaskan bahwa ruang untuk penurunan masih ada, dan tergantung pada perkembangan ekonomi ke depannya.
Penggunaan suku bunga referensi alternatif INDONIA dan Compounded INDONIA pada kontrak keuangan baru,  secara bertahap mulai berlaku sejak 1 Januari 2025.
BI selaku pengelola (administrator) telah menetapkan penghentian secara permanen publikasi JIBOR pada seluruh tenor ), terhitung sejak tanggal 1 Januari 2026,
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tertekan setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 6,25 persen.
Dalam situasi global yang terus berubah, perhatian terhadap dinamika ekonomi AS menjadi sangat penting karena resesi AS bisa memicu keluarnya aliran modal.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengakui bahwa secara teori BI-Rate seharusnya bisa diturunkan mengikuti proyeksi inflasi yang rendah. Namun, hal itu belum dilakukan.
Berbeda dengan BI-Rate yang naik, ADB menyebut bahwa 30 persen bank sentral di seluruh dunia melakukan penurunan suku bunga selama periode Januari - Juni 2024.
Dilansir dari berbagai sumber, termasuk laman resmi Thanksinsomnia dan kanal YouTube CONNX, Mohan Hazian lahir di Lampung pada 4 Februari 1990. Selain berprofes
Begini deretan kesaksian korban kekerasan seksual yang menyeret nama pemilik Thanksinsomnia, Mohan Hazian. Salah satunya ternyata kejadian 8 tahun yang lalu.
Berikut 5 fakta baru soal perkembangan kasus Mohan Hazian, sosok di balik merek streetwear lokal kenamaan Thanksinsomnia, yang diduga lakukan pelecehan seksual.
Timnas Indonesia kembali mendapat sinyal positif dari Eropa. Kali ini datang dari sosok striker muda berdarah Jawa yang mencuri perhatian di Liga Belanda.