Total nilai bantuan Kementan-Bapanas yang dikirim ke Sumatera dan Aceh sejak tahap pertama hingga tahap ketiga, sudah mencapai sekitar Rp44 hingga Rp45 miliar.
Bupati Gus Irawan Pasaribu menyampaikan terima kasih atas bantuan kemanusiaan ke warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Pada pengiriman tahap ketiga ini, total bantuan yang diberangkatkan Kementan mencapai 70 truk yang diangkut dengan kapal perang beserta 310 lebih personel marinir.
Uluran tangan dan kepedulian Pemerintah Pusat, khususnya Kementan ke Aceh menjadi harapan yang menguatkan sekaligus wujud kepedulian kepada masyarakat terdampak.
Guna memastikan bantuan kemanusiaan tersalurkan dengan baik, transparan, dan tepat sasaran kepada masyarakat di sejumlah Aceh, Irjen Kementan turun langsung melakukan pengawalan.
Mentan Amran menegaskan bahwa penyaluran bantuan Kementan Peduli Tahap III merupakan kelanjutan dari upaya percepatan yang telah dilakukan sejak Tahap I dan II.
Mentan Amran meminta seluruh pihak perlu tahu perbedaan Bantuan Pemerintah dan bantuan Kementan Peduli supaya tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan.
Bantuan Kementan Peduli tahap II ini dikirim dengan KRI Surabaya 591 dari Pelabuhan Tanjung Priok, dan akan didistribusikan ke Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
Kementerian Pertanian lewat program Kementan Peduli kembali mengirim bantuan tahap kedua berupa 153 truk logistik ke Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
Kementerian Pertanian (Kementan) menanggapi ramainya perhatian publik terkait data bantuan yang beredar untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatera.
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.