News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ini Penyebab Tak Ada Lagi Pebalap Amerika Serikat Berkiprah di motoGP

Amerika Serikat boleh jadi produsen terbesar otomotif. Tapi soal pebalap, terutama motoGP, Negeri Paman Sam kini seperti tidak memiliki jejak di bumi. Mengapa?
Kamis, 30 Juni 2022 - 16:02 WIB
Amerika Serikat pernah lahirkan banyak pebalap motoGP ternama.
Sumber :
  • tvOne

Pada dasarnya, Amerika Serikat memiliki kejuaraan balap motor berkelas sendiri, yang bernama Superbike. Namun banyak pengamat olahraga otomatif menilai, sekarang para pebalap dari Negeri Patung Liberty hanya jago kandang, padahal kejuaraan nasional di Amerika pernah selalu berada di atas level standar event otomotif internasional.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ironi Pembinaan Amerika Serikat

“Itu sebab Amerika Serikat sangat dominan dalam penyelenggaran balap motor. Tapi sistem regenerasi di Amerika Serikat sangat buruk dan dukungan finansial untuk pebalap muda juga tidak mencapai standar pada umumnya,” begitu pernyataan legenda motoGP, Kenny Roberts Junior.

Roberts membangun Kenny Roberts Training Ranch di Catalunya, dekat dengan Circuit De Barcelona-Catalunya, Spanyol. Ia membangun akademi untuk membantu para pebalap Amerika Serikat belajar dan berlatih balap di Eropa. Namun justru banyak pebalap Spanyol yang lahir dan berkembang dari sekolahnya.

 

Masalah Ekonomi Jadi Faktor Lain 

Masalah finansial pun jadi faktor kegagalan barisan pebalap Amerika Serikat beraksi di motoGP. Faktanya industri kendaraan motor di AS mengalami kemunduran. Penjualan sepeda motor sudah tak sebesar awal era 2000-an sehingga membuat kejuaraan balap motor tidak lagi sepopuler dulu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam waktu dekat, mungkin akan sulit melihat pebalap-pebalap asal Amerika Serikat memacu motor di lintasan motoGP. Musim 2021, pada kategori pendukung, moto2 dan moto3, hanya ada satu orang yang berpaspor AS, yakni Joe Roberts di moto2. Cameron Beaubier akan menenai Roberts pada musim 2022.

Jika Amerika Serikat tidak segera membenahi sistem pembinaan dan regenerasi dengan baik, para penggemar balap motor dunia mungkin hanya akan melihat kebanggaan masa lalu. Sejarah motoGP tinggal mencatat kenangan tentang cerita gemilang dari akhir era 1970 sampai awal 1990-an yang merupakan masa-masa kejayaan para pebalap profesional kelas atas dari Negeri Paman Sam. (doe/raw)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT