Hanya Finis P9 saat MotoGP Thailand 2026, Francesco Bagnaia Akui Dirinya Rider Ducati Terburuk di Buriram
- ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA
tvOnenews.com - Francesco Bagnaia memulai MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram pada akhir pekan kemarin dengan hasil jauh dari harapan.
Rider pabrikan Ducati itu hanya mampu finis kesembilan di MotoGP Thailand 2026.
Padahal, performanya saat tes pramusim di Buriram cukup menjanjikan. Ia sempat menutup tes dengan posisi keempat dan optimistis menatap balapan.

- ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA
Namun sepanjang akhir pekan, ritmenya tak pernah benar-benar kompetitif. Ia gagal menembus Q2 dan harus start dari posisi ke-13.
Di Sprint Race, Bagnaia hanya mampu naik ke peringkat sembilan. Balapan utama yang lebih panjang tak mengubah situasi.
Ia terus bergulat dengan masalah wheelspin sejak awal lomba.
“Saya adalah pembalap Ducati full-time terakhir, jadi saya jelas yang tampil paling buruk,” kata Francesco Bagnaia.
“Saya banyak mengelola ban. Saya tidak pernah memacu motor, karena saya tidak bisa memacu, hanya untuk mengontrol ban belakang. Tapi delapan lap menjelang akhir, saya mulai mengalami wheelspin hingga gigi kelima di lintasan lurus," lanjutnya.
“Sayangnya, di lap-lap terakhir, ketika saya mendekati kelompok di depan, saya mulai benar-benar merasakan kelelahan.” tambahnya.
Meski beberapa rival di depannya tersingkir, ia tetap tertahan di posisi sembilan. Ia finis 18 detik dari pemenang race, Marco Bezzecchi.
Hasil ini membuatnya menjadi pembalap Ducati full-time paling belakang di klasemen balapan tersebut.
Pasalnya, dua rider VR46 yakni Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli finis di P6 dan 8.
Catatan tersebut membuat race di Buriram mengakhiri rekor 88 grand prix beruntun Ducati selalu meraih podium sejak 2021.
(akg)
Load more