Jadi Pembalap Ducati Terbaik di MotoGP Thailand 2026, Fabio di Giannantonio Merasa Tak Beruntung di Buriram
- Facebook MotoGP
tvOnenews.com - Fabio Di Giannantonio menjadi rider Ducati dengan hasil terbaik di MotoGP Thailand 2026 pada akhir pekan kemarin.
Rider VR46 itu finis terdepan di antara seluruh motor pabrikan Borgo Panigale.
Padahal, balapan di Buriram tidak berjalan mulus untuknya. Ia sempat menunjukkan potensi besar sejak sesi kualifikasi.

- Facebook/Pertamina Enduro VR46 Racing Team
Start dari barisan kedua membuka peluang tampil kompetitif. Namun Sprint Race berakhir cepat setelah terdorong keluar lintasan oleh Alex Marquez.
Memasuki Grand Prix utama, Di Giannantonio langsung bersaing di enam besar. Masalah teknis misterius muncul sejak lap keenam.
“Akhir pekan yang hebat, kerja bagus dari tim,” kata di Giannantonio.
“Saya ingin tetap fokus pada hal itu karena kami memiliki banyak hal positif dari akhir pekan ini. Kami benar-benar kuat. Saya pikir kami telah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Saya sangat cepat di semua sesi latihan," lanjutnya.
“Namun kemudian, kami mengalami beberapa momen yang cukup sial: Kemarin di Sprint dan hari ini dengan masalah teknis sejak lap keenam. Jadi, keberuntungan tidak berpihak pada kami.” tambahnya.

- Facebook MotoGP
Ia menolak menyebut detail kerusakan, namun mengisyaratkan suhu mesin meningkat.
“Rasanya sulit dikendalikan, bisa dibilang begitu. Sayangnya, karena alasan ini saya tidak bisa memacu motor seperti yang saya inginkan,” ungkap Diggia.
Meski sempat turun posisi, ia tetap bertahan hingga finis kompetitif.
“Jika kami bisa finis di posisi keenam meskipun ada masalah, kami bisa optimis, karena hari ini kami bisa saja menjalani balapan yang sangat bagus,” kata di Giannantonio.
“Saya rasa kami setidaknya bisa memperebutkan posisi ketiga karena kecepatan kami cukup bagus. Kami tahu bahwa Aprilia benar-benar kuat di sini. Kami tahu bahwa Pedro Acosta sedang dalam performa terbaik, tetapi saya rasa kami mampu melakukannya hingga akhir," lanjutnya.
“Jadi, setidaknya saya akan mencoba, tetapi saya tidak bisa. Sayang sekali kami tidak bisa menyelesaikan pekerjaan dengan dua balapan yang kuat, tetapi kami menuju Brasil dengan senyum dan keyakinan bahwa kami bisa bersaing.” tutupnya.
Load more