Konflik AS-Iran Ganggu Penerbangan Tim Formula 1, GP Australia Dipastikan Tetap Aman
- Reuters
Jakarta, tvOnenews.com - Sejumlah tim Formula 1 mengalami kendala perjalanan jelang seri pembuka musim 2026 akibat meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Penutupan hampir seluruh bandara di kawasan Timur Tengah demi alasan keamanan berdampak pada mobilitas tim, termasuk melalui Dubai International Airport yang selama ini menjadi jalur transit utama.
Kepala Penyelenggara GP Australia, Travis Auld, mengatakan penyesuaian jadwal penerbangan telah dilakukan dalam dua hari terakhir agar seluruh tim dan kru tetap bisa tampil pada balapan akhir pekan ini.
“Dalam 48 jam terakhir membutuhkan penyesuaian penerbangan. Ini adalah tanggung jawab dari Formula 1,” ujar Auld, dikutip dari BBC, Selasa.
“Mereka telah mengubah penerbangan tim, pembalap, dan juga personel lainnya sehingga bisa menjalani balapan pada akhir pekan. Jumlahnya cukup banyak,” lanjutnya.
Meski sempat terjadi gangguan logistik, Auld memastikan seluruh persiapan menuju seri pembuka tetap berjalan sesuai rencana.
Ia menegaskan para penggemar tidak akan merasakan dampak dari situasi tersebut.
“Sepemahaman saya, semuanya sudah diamankan, semua orang akan berada di sini siap untuk balapan dan penggemar tidak akan melihat perbedaan apa pun,” katanya.
Musim 2026 akan resmi dimulai melalui gelaran Grand Prix Australia yang berlangsung di Melbourne International Circuit pada 8 Maret.
Sebelumnya, dampak konflik juga membuat pemasok ban resmi F1, Pirelli, membatalkan sesi tes yang dijadwalkan berlangsung di Bahrain International Circuit.
Hingga kini, Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) belum mengumumkan keputusan lebih lanjut terkait seri-seri yang akan digelar di kawasan Timur Tengah di tengah situasi keamanan yang belum stabil.
(aes)
Load more