News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bukan Hanya Soal Mesin! FIA Kembali Dapat Kritikan Gara-gara Regulasi Baru di F1 2026, Kali Ini McLaren Meminta...

Pole­mik regulasi baru di ajang F1 2026 belum berhenti di isu mesin. Kini perhatian beralih ke prosedur start balapan usai tes pramusim Bahrain.
Selasa, 17 Februari 2026 - 19:01 WIB
Duo McLaren, Lando Norris dan Oscar Piastri di F1 2025
Sumber :
  • Facebook/McLaren

tvOnenews.com - Pole­mik regulasi baru di ajang F1 2026 belum berhenti di isu mesin. Kini perhatian beralih ke prosedur start balapan usai tes pramusim Bahrain.

Para pembalap terlihat harus menggeber mesin lebih tinggi dan lama setelah kopling dilepas. Mereka memacu putaran mesin hingga 10–15 detik demi mengatasi turbo lag.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Situasi itu muncul akibat dihapusnya MGU-H pada power unit terbaru. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran start akan lebih kacau dan sulit diprediksi.

McLaren
McLaren
Sumber :
  • Facebook/F1

McLaren menjadi salah satu tim di F1 2026 yang paling vokal meminta revisi aturan. Team Principal Andrea Stella menilai isu ini menyangkut keselamatan pembalap.

“Kita tidak sedang membicarakan seberapa cepat Anda di sesi kualifikasi. Kita tidak sedang membicarakan kecepatan balapan Anda. Kita sedang membicarakan aspek keselamatan di grid,” kata Stella.

“Ada beberapa topik yang jauh lebih penting daripada kepentingan kompetitif. Dan bagi saya, memiliki keselamatan di grid, yang dapat dicapai dengan penyesuaian sederhana, adalah hal yang sangat penting.

“Kita perlu memastikan bahwa prosedur start balapan memungkinkan semua mobil untuk menyiapkan Power Unit mereka, karena grid bukanlah tempat di mana Anda ingin mobil-mobil lambat saat start.

“Ini adalah kepentingan yang lebih besar daripada kepentingan kompetitif apa pun. Jadi, saya pikir semua tim dan FIA harus memainkan peran tanggung jawab dalam hal apa yang dibutuhkan.” lanjutnya.

Duo McLaren, Lando Norris dan Oscar Piastri di F1 2025
Duo McLaren, Lando Norris dan Oscar Piastri di F1 2025
Sumber :
  • Facebook/McLaren

Pembalap McLaren, Oscar Piastri, ikut memperingatkan risiko besar dari aturan start saat ini.

“Perbedaan antara start yang baik dan buruk tahun lalu adalah Anda mengalami sedikit wheelspin atau memiliki waktu reaksi yang buruk,” kata Oscar Piastri.

“Tahun ini bisa jadi seperti balapan F2 di mana Anda hampir memasuki mode anti-stall. Anda tidak hanya kehilangan sekitar lima meter, Anda bisa kehilangan enam atau tujuh posisi jika tidak melakukan start dengan baik," tambahnya.

“Ini juga tergantung apakah kita menggunakan mode lurus di awal atau tidak, karena menurut saya, kelompok 22 mobil, dengan downforce beberapa ratus poin lebih rendah, terdengar seperti resep bencana bagi saya.” tutupnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Ferrari disebut menjadi satu-satunya tim yang menolak perubahan prosedur start tersebut.

(akg)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT