News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Namanya Melegenda di MotoGP, Marc Marquez Justru Tak Mau Anaknya Nanti Menjadi Seorang Pembalap

Marc Marquez dikenal sebagai salah satu ikon terbesar dalam sejarah MotoGP dengan segudang prestasi dan pengaruh global.
Jumat, 9 Januari 2026 - 16:28 WIB
Rider Ducati, Marc Marquez
Sumber :
  • Ducati Corse

tvOnenews.com - Marc Marquez dikenal sebagai salah satu ikon terbesar dalam sejarah MotoGP dengan segudang prestasi dan pengaruh global.

Namun, di balik status legendaris tersebut, Marquez justru memiliki pandangan berbeda soal masa depan keluarganya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam beberapa bulan terakhir, pembalap Ducati itu secara terbuka menyampaikan keinginannya untuk segera menjadi seorang ayah.

Rider Ducati, Marc Marquez
Rider Ducati, Marc Marquez
Sumber :
  • Ducati Corse

Meski demikian, Marquez mengaku tidak berharap anaknya nanti mengikuti jejaknya di dunia balap motor profesional.

Alasannya bukan karena keraguan terhadap olahraga MotoGP, melainkan karena beban besar yang datang bersama nama Marquez.

Dalam sebuah wawancara, ia secara jujur mengungkapkan kekhawatiran tersebut dari sudut pandang seorang calon orang tua.

"Saya tidak akan menyukainya, Saya memikirkan mereka, dan saya tidak bisa tidak berkata, 'kasihan anak laki-laki atau perempuan itu'. Warisan saya akan menjadi beban yang besar." ujar Marquez.

Marquez menilai nama belakangnya justru bisa menjadi tekanan psikologis yang berat bagi seorang anak.

Ekspektasi publik dan perbandingan yang tak terhindarkan dinilainya berpotensi mengganggu kebebasan sang anak menentukan jalan hidup.

Pembalap asal Spanyol itu juga menyadari dirinya memiliki sifat protektif yang kuat terhadap orang-orang terdekat.

"Saya tidak tahu seberapa protektif saya nantinya, karena saya sangat suka melindungi." ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa memiliki nama besar tidak selalu membawa keuntungan dalam proses pembentukan karakter.

"Menyanggah nama belakang saya tidak akan membantu mereka sama sekali. Jelas mereka akan memiliki beberapa keuntungan, misalnya secara finansial." tambah Marc Marquez.

Namun menurut Marquez, kemudahan hidup juga memiliki sisi lain yang perlu dipertimbangkan dengan matang.

"Mereka tidak akan kekurangan apa pun, tetapi jika Anda tidak kekurangan apa pun, Anda tidak akan memiliki rasa lapar yang sama."

Pernyataan ini menunjukkan sisi dewasa Marquez yang memandang kehidupan jauh melampaui lintasan balap MotoGP.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi Marquez, kebahagiaan dan kebebasan anaknya kelak lebih penting daripada meneruskan warisan prestasi di dunia balap.

(akg)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT