News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sudah Resmi Red Bull di Akhir Musim F1 2025, Helmut Marko akan Mendapat Pesangon yang Fantastis

Helmut Marko resmi meninggalkan Red Bull di akhir musim F1 2025 kemarin setelah pengabdian selama dua dekade.
Kamis, 25 Desember 2025 - 20:00 WIB
Max Verstappen dan Helmut Marko
Sumber :
  • Facebook/Red Bull

tvOnenews.com - Helmut Marko resmi meninggalkan Red Bull di akhir musim F1 2025 kemarin setelah pengabdian selama dua dekade.

Kepergian penasihat senior Red Bull itu terjadi di tengah perubahan besar manajemen, menyusul berakhirnya era panjang kepemimpinan di struktur utama tim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut laporan media Jerman, BILD, Marko tetap akan menerima gaji penuh untuk musim 2026 meski tak lagi aktif bersama Red Bull.

Max Verstappen dan Helmut Marko
Max Verstappen dan Helmut Marko
Sumber :
  • Facebook/Red Bull

Nilai pesangon tersebut diperkirakan mencapai sekitar 10 juta euro sebagai bagian dari kesepakatan perpisahan dengan tim.

Pria Austria berusia 82 tahun itu sebenarnya masih memiliki kontrak hingga akhir 2026, namun memilih mundur lebih cepat dari kesepakatan awal.

Pembayaran tersebut disebut sebagai bentuk ‘jabat tangan emas’ atau apresiasi atas kontribusi besar Marko selama membangun kejayaan Red Bull.

Helmut Marko telah bergabung sejak Red Bull mengambil alih Jaguar pada 2005 dan menjadi arsitek utama program pengembangan pembalap.

Dalam pernyataan resmi Red Bull, Marko menegaskan keputusannya diambil setelah perjalanan panjang di dunia motorsport.

"Saya telah terlibat dalam motorsport selama enam dekade, dan 20 tahun lebih di Red Bull merupakan perjalanan yang luar biasa dan sangat sukses," ucap Marko.

Ia merasa bangga karena bisa berperan dalam membentuk banyak talenta hebat di Formula 1 selama bertahun-tahun.

"Ini merupakan waktu yang luar biasa dimana saya dapat membantu membentuk dan berbagi dengan begitu banyak orang berbakat. Semua yang telah kami bangun dan capai bersama membuat saya bangga."

Marko juga mengakui kegagalan tipis Red Bull meraih gelar dunia musim ini menjadi momen refleksi pribadi.

"Nyaris gagal meraih gelar juara dunia musim ini telah membuat saya terharu dan memperjelas bagi saya bahwa sekarang adalah saat yang tepat bagi saya secara pribadi untuk mengakhiri babak yang sangat panjang, intens, dan sukses ini."

Meski pergi, Marko tetap mendoakan Red Bull kembali berjaya di musim mendatang.

"Saya berharap seluruh tim terus meraih kesuksesan dan saya yakin bahwa mereka akan kembali bertarung untuk memperebutkan gelar juara dunia tahun depan."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sepanjang kariernya, Marko mengawasi lahirnya 16 pembalap Formula 1 dari akademi Red Bull, termasuk Sebastian Vettel dan Max Verstappen.

(akg)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT