News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kena Penalti di F1 GP Italia 2025, Pembalap Rookie Milik Haas Terancam Skorsing di Sisa Balapan Musim ini Jika...

Pembalap Rookie yang memperkuat tim Haas, Oliver Bearman, menghadapi situasi sulit setelah insiden di F1 GP Italia 2025.
Rabu, 10 September 2025 - 18:11 WIB
Rookie Tim Haas, Olivier Bearman
Sumber :
  • Facebook/Haas

tvOnenews.com - Pembalap Rookie yang memperkuat tim Haas, Oliver Bearman, menghadapi situasi sulit setelah insiden di F1 GP Italia 2025.

Inisden antara dirinya dan Carlos Sainz membuat Beraman mendapat tambahan dua poin penalti di super licence.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Insiden terjadi ketika Bearman terlibat kontak dengan Williams milik Carlos Sainz di tikungan kedua Monza saat keduanya berebut posisi.

Rookie Tim Haas, Olivier Bearman
Rookie Tim Haas, Olivier Bearman
Sumber :
  • Facebook/Haas

 

Keduanya sempat terpental, namun bisa melanjutkan balapan. Meski begitu, steward menilai Bearman bersalah dan menjatuhkan penalti waktu 10 detik.

"Mobil 55 Sainz mencoba menyalip Mobil 87 Bearman dari sisi luar tikungan menuju Tikungan 4 dan as roda depannya berada di depan as roda depan Mobil 87 di puncak tikungan, sehingga berhak memasuki garis balapan," tulis pernyataan steward dikutip dari laman Crash.

"Pembalap Mobil 87 mempertahankan posisinya di sisi dalam, alih-alih menyerahkan posisinya, dan menyebabkan tabrakan. Steward menetapkan bahwa pengemudi Mobil 87 sebagian besar bersalah dan oleh karena itu penalti standar untuk insiden semacam itu diterapkan." lanjutnya.

Meski penalti itu tidak mempengaruhi hasil akhir, Bearman tetap finis di posisi ke-12, konsekuensinya sangat besar untuk catatan super licence miliknya.

Tambahan dua poin membuat Bearman kini mengoleksi 10 poin penalti. Hanya tersisa dua poin lagi sebelum ia terkena skorsing otomatis.

Oliver Bearman dan Esteban Ocon
Oliver Bearman dan Esteban Ocon
Sumber :
  • Facebook/Haas

 

Aturan FIA jelas menyebutkan, pembalap yang mencapai 12 poin penalti dalam 12 bulan akan dilarang tampil pada satu balapan berikutnya.

Situasi ini mengingatkan pada kasus Kevin Magnussen tahun lalu. Mantan pembalap Haas itu jadi yang pertama terkena skorsing setelah mengumpulkan 12 poin.

Ironisnya, Bearman saat itu justru dipanggil Haas menggantikan Magnussen di GP Azerbaijan. Kini, terancam memiliki nasib serupa bisa menimpa dirinya sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bearman wajib ekstra hati-hati di sisa musim karena poin penalti berikutnya baru akan hangus pada 3 November, tepat sebelum F1 GP Sao Paulo 2025.

Dengan kondisi tersebut, Haas kini harus memikirkan strategi matang agar rookie andalannya terhindar dari hukuman skorsing yang bisa merugikan tim.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT