News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Eks Pembalap F1 Sebut Helmut Marko Harusnya Bernasib Sama dengan Christian Horner yang Dipecat Red Bull

Mantan pembalap F1, Christijan Albers, ikut angkat suara menyusul gejolak besar di internal Red Bull Racing usai pemecatan Christian Horner dari jabatan kepala tim.
Selasa, 15 Juli 2025 - 17:31 WIB
Max Verstappen, Helmut Marko dan Christian Horner
Sumber :
  • Facebook Red Bull

tvOnenews.com - Mantan pembalap F1, Christijan Albers, ikut angkat suara menyusul gejolak besar di internal Red Bull Racing usai pemecatan Christian Horner dari jabatan kepala tim.

Albers kini menyoroti sosok lain yang menurutnya juga layak dievaluasi, yaitu Helmut Marko selaku penasihat tim Red Bull Racing.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melansir dari laman Crash, Albers menyebut bahwa penasihat senior Red Bull itu tidak mengikuti perkembangan zaman.

Max Verstappen, Helmut Marko dan Christian Horner
Max Verstappen, Helmut Marko dan Christian Horner
Sumber :
  • Facebook Red Bull

 

Maka dari itulah Albers menyebut kalau Marko seharusnya sudah diganti dengan sosok yang lebih segar dan relevan dengan kebutuhan Formula 1 modern.

"Saya pikir sudah saatnya Marko juga mencapai tanggal kadaluarsanya,” ujar Albers. 

"Mendengar beberapa pernyataannya, mereka terasa tidak relevan lagi dengan zaman. Saya jadi bertanya-tanya, apakah sebaiknya dia tetap di posisi itu. Mungkin sudah waktunya untuk perubahan radikal dan menyambut generasi baru." lanjutnya.

Marko, yang kini berusia 82 tahun, sudah lama dikenal sebagai figur penting di balik suksesnya program pembinaan pembalap muda Red Bull.

Nama-nama besar seperti Sebastian Vettel, Daniel Ricciardo, hingga Max Verstappen muncul dari program yang ia kelola.

Ia juga pernah menjadi sosok penghubung utama dengan mendiang Dietrich Mateschitz, salah satu pendiri Red Bull.

Namun, Albers menilai pendekatan Marko yang dikenal keras dan blak-blakan sudah tak lagi cocok dengan dinamika generasi baru pembalap.

Ia mencontohkan kritik tajam Marko terhadap rookie Racing Bulls, Isack Hadjar, usai insiden di F1 GP Australia.

Saat itu, Marko menyebut respons emosional pembalap muda asal Prancis itu sebagai sesuatu yang memalukan.

"Dia meninggalkan jejaknya pada semua pembalap. Saya rasa itu faktor yang sangat signifikan," ucap Albers.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dalam wawancaranya, saya tidak menganggapnya taktis. Dan sekarang Anda mungkin berkata Dia tidak pernah taktis, tetapi sekarang saya merasa itu terlalu keras, dan itu tidak menguntungkan tim." lanjutnya.

Nama Sebastian Vettel pun ikut diseret dalam spekulasi. Juara dunia empat kali itu disebut-sebut bisa kembali ke Red Bull dalam peran manajerial.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT