News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Bisa Sembunyikan Fakta, Francesco Bagnaia Tidak Mau Berbohong Kalau Motor Ducati Tahun Lalu itu...

Tim pabrikan motor asal Italia yakni Ducati, benar-benar mencuri perhatian selama uji coba pramusim MotoGP 2025 yang berlangsung di Malaysia dan Thailand .
Jumat, 14 Februari 2025 - 14:40 WIB
Rider Ducati, Francesco Bagnaia
Sumber :
  • MotoGP

tvOnenews.com - Tim pabrikan motor asal Italia, Ducati, mencuri perhatian selama tes pramusim MotoGP 2025 yang berlangsung di Malaysia dan Thailand.

Sepanjang tes pramusim, Ducati selalu mendapatkan sorotan terkait kebingungan mereka dalam menentukan motor mana yang akan mereka gunakan untuk gelaran MotoGP 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasalnya, sepanjang tes yang dilakukan di Sirkuit Sepang, Malaysia, Ducati berfokus untuk membandingkan mesin motor Desmosedici GP24 dan GP25 yang lebih baru.

Rider Ducati, Francesco Bagnaia (sumber: MotoGP)

Setelah menjalani tes tersebut, dua rider tim pabrikan Ducati yakni Marc Marquez dan Francesco Bagnaia menyebut jika motor GP25 masih memiliki banyak kekurangan.

Sementara pada sesi uji coba pramusim doi Thailand, Ducati memutuskan untuk menggunakan motor GP24 yang merupakan dipakai pada gelaran MotoGP tahun lalu.

Hasilnya, Marc Marquez berhasil menjadi yang tercepat pada tes pramusim yang berlangsung selama dua hari di Sirkuit Chang Buriram, Thailand.

Tak hanya itu, rider tim Gresini Racing yakni Alex Marquez yang juga menggunakan motor Ducati GP24 berada di peringkat kedua.

Hasil tes uji coba itu membuat Ducati akhirnya mantap memilih Desmosedici GP24 sebagai motor yang akan merak gunakan pada gelaran MotoGP 2025.

Rider Ducati, Francesco Bagnaia (sumber: MotoGP)

Terkait keputusan tersebut, salah satu pembalap Ducati, Francesco 'Pecco' Bagnaia mengatakan jika dirinya tidak bisa berbohong jika motor Desmosedici GP24 memang lebih baik dari pada versi GP25.

Melansir dari laman Crash, Pecco mengaku sudah yakin sejak awal jika motor GP24 memiliki performa yang lebih baik selama tes pramusim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sejujurnya, menjadi lebih baik dari GP24 itu sulit. Tapi, dari sudut pandang saya, saya cukup yakin dan harus mengatakan bahwa saya sedikit berbohong akhir-akhir ini, tetapi saya tidak bisa mengatakan yang sebenarnya," ungkap Pecco.

"Tapi saya cukup yakin sejak awal bahwa GP24 lebih baik. Lalu kami bekerja, kami mencoba untuk meningkatkan, tetapi untuk hari pertama di Malaysia, saya dan Marc memiliki pendapat yang sama bahwa GP24 masih sedikit lebih baik," sambungnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT