Empat Mantan Peraih Medali Kembali Perkuat Timnas Tinju Indonesia di SEA Games 2025
- ANTARA/Shutterstock/pri.
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas tinju Indonesia akan diperkuat oleh empat petinju yang juga merupakan mantan peraih medali di edisi sebelumnya siap kembali unjuk gigi di SEA Games 2025, yang digelar di Thailand pada 9-20 Desember mendatang.
Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) sebelumnya telah mengumumkan akan menurunkan 12 atlet tinju terbaik Indonesia untuk tampil di SEA Games 2025.
Sebanyak 12 petinju tersebut terdiri dari lima putri dan tujuh putra, di mana empat di antaranya memiliki rekam jejak meraih medali untuk Indonesia pada ajang SEA Games sebelumnya.
"Kami akan menurunkan 12 atlet, lima putri dan tujuh putra untuk SEA Games mendatang, mereka adalah talenta terbaik yang sudah kami persiapkan cukup lama," kata Sekretaris Jenderal Perbati, Hengky Silatang, dikutip dari Antara.
Empat atlet tinju yang sebelumnya meraih medali di ajang dua tahunan tersebut adalah Dio Koebanu yang meraih perunggu, Asriudin Tapalaola yang meraih perak, dan Maikhel Roberrd Muskita yang meraih perak di SEA Games Kamboja 2023.Â
Sekadar informasi, Maikhel Roberrd Muskita juga sebelumnya sempat meraih medali emas pada SEA Games 2021 yang berlangsung di Vietnam.
Selain itu, petinju putri Huwatun Hasanah yang pernah meraih medali perunggu pada SEA Games 2023 di Kamboja juga akan menjadi petinju putri paling senior yang akan memperkuat Timnas Tinju Indonesia di Thailand.
Sedangkan petinju putra dan putri lainnya merupakan peraih medali Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara 2024 dan juara Seleksi Nasional Tinju Piala Menpora 2025 yaitu Vicky Tahumil Jr, Flanuari Daud, Gill Mandagie, Jekri Riwu, Merlin Tomatala, Israellah Saweho, Alfianita Manopo, dan Nabila Maharani.
Hengky menjelaskan bahwa dengan kekuatan tim yang ada, pihaknya menargetkan para atlet dapat merebut minimal satu medali emas pada SEA Games 2025.
Para atlet, kata dia, telah dipersiapkan dalam waktu yang cukup lama melalui pemusatan latihan yang semula digelar secara mandiri oleh Perbati.
Setelah adanya dukungan pendanaan dari pemerintah, dia melanjutkan, pemusatan latihan juga dilakukan di luar negeri seperti di Vietnam dan Uzbekistan, masing-masing berlangsung selama tiga minggu.
Load more