Perbati Kirim 12 Petinju, Timnas Tinju Indonesia Bidik Emas di SEA Games 2025
- ANTARA/HO-Perbati
Jakarta, tvOnenews.com - Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) bertekad untuk menyumbang minimal satu medali emas usai mengirimkan 12 petinju andalannya di SEA Games 2025, yang berlangsung di Thailand pada 9-20 Desember.
Perbati diketahui akan menerjunkan 12 atlet tinju yang terdiri atas lima putri dan tujuh putra yang akan bersaing di 12 nomor pada ajang SEA Games 2025 mendatang.
 Sekretaris Jenderal Perbati Hengky Silatang mengatakan bahwa para petinju yang dikirim merupakan talenta terbaik, hasil seleksi nasional, maupun yang sebelumnya dipersiapkan melalui pemusatan latihan, sehingga pihaknya optimistis bisa merebut medali di Thailand.
"(Target) dari kami (Perbati) paling tidak medali emas mesti ada. Minimal bisa satu atau juga dua emas," kata Hengky Silatang, dilansir dari Antara.
Ia turut menyebutkan talenta menonjol yang diharapkan bisa merebut emas seperti Maikhel Roberrd Muskita yang akan bertarung di nomor 80 kilo gram (kg) putra. Sementara dari sektor putri, ada juga Uswatun Hasanah yang akan bertanding di 63 kg putri.
"Tetapi (petinju) yang lain juga tidak menutup kemungkinan memberikan kejutan di Thailand nanti," tambahnya.
Lebih lanjut, Hengky menjelaskan para atlet telah dipersiapkan melalui pemusatan latihan secara mandiri, sebelum adanya dukungan pendanaan dari pemerintah.
Setelah dukungan pemerintah hadir, kata dia, para atlet kemudian diberangkatkan untuk pemusatan latihan di Vietnam dan Uzbekistan, masing-masing selama tiga bulan.Â
Latihan di luar negeri, terutama di Uzbekistan, bermanfaat besar bagi para atlet karena mereka berlatih dengan tim atlet Uzbekistan yang tampil di Olimpiade Paris 2024.
Dia menjelaskan, pihaknya berencana akan memberangkatkan para atlet ke Thailand lebih awal untuk mematangkan persiapan melalui uji tanding termasuk mengantisipasi hal-hal non teknis agar tidak terkendala dalam mencapai target perolehan medali.
"Kita kan akan bertarung di tempat atau gudangnya petinju yaitu Thailand. Secara kualitas kita tidak kalah dengan mereka, tetapi secara non teknis yang mesti kita antisipasi," katanya.
(ant/nad)
Load more