News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terhenti di Semifinal Swiss Open 2026, Amri/Nita Akui Banyak Kehilangan Poin Krusial saat Hadapi Ganda China

Amri/Nita dikalahkan unggulan keenam asal China di babak semifinal Swiss Open 2026.
Minggu, 15 Maret 2026 - 05:03 WIB
Amri/Nita di semifinal Swiss Open 2026
Sumber :
  • PBSI

Jakarta, tvOnenews.com - Ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi / Nita Violina Marwah harus mengakhiri langkah mereka di babak semifinal Swiss Open 2026 setelah dikalahkan pasangan China Cheng Xing / Zhang Chi.

Bertanding di St. Jakobshalle, pasangan Indonesia sempat beberapa kali unggul dalam perolehan poin. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Amri/Nita di semifinal Swiss Open 2026
Amri/Nita di semifinal Swiss Open 2026
Sumber :
  • PBSI

Namun, mereka gagal mempertahankan momentum sehingga lawan mampu membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan.

Amri mengakui kehilangan banyak poin setelah sempat unggul menjadi masalah yang berulang dan harus segera diperbaiki.

“Ini menjadi pekerjaan rumah buat kami. Sudah unggul beberapa poin lalu kehilangan juga banyak banget, ini sering terjadi dan berulang,” kata Amri.

Ia menegaskan bahwa dirinya dan Nita akan segera melakukan evaluasi bersama tim pelatih untuk mencari solusi agar situasi serupa tidak kembali terjadi di pertandingan berikutnya.

“Kami harus diskusi, dengan pelatih juga untuk mencari segera solusinya apa. Jadi bila terjadi lagi, kami tahu bagaimana mengatasinya,” ujarnya.

Meski gagal melangkah ke final, Amri tetap bersyukur dengan pencapaian mereka dalam dua pekan terakhir di sejumlah turnamen.

“Kami tetap bersyukur dan senang dengan pencapaian dua minggu ini, bisa mengeluarkan apa yang mau ditampilkan tapi tetap kurang puas di dalam hati. Karena kami pengennya hasil maksimal, bukan hanya hasil bagus. Kalau bisa juara, bisa ke final kenapa harus terhenti di sini,” kata Amri.

Ganda Campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah
Ganda Campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah
Sumber :
  • PBSI

Sementara itu, Nita menilai pasangan China tampil dengan strategi berbeda dibanding pertemuan-pertemuan sebelumnya. 

Menurutnya, perubahan pola permainan lawan membuat mereka kesulitan mengontrol pertandingan.

“Di pertemuan sebelum-sebelumnya, mereka selalu ikut pola dan ritme permainan kami. Tapi hari ini mereka mengubah, mereka terus memaksa kami masuk ke pola mereka,” kata Nita.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga menyoroti permainan Zhang Chi yang lebih sering memainkan bola pendek sehingga menambah tekanan di momen-momen krusial pertandingan.

“Zhang Chi terus main pendek yang seharusnya bisa saya imbangi tapi di akhir-akhir karena kami sudah tertekan jadi sulit keluar,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT