India Open 2026 Panen Kritik, Tunggal Putra Peringkat ke-3 Dunia Sampai Rela Bayar Denda Rp 84 Juta ke BWF Gara-gara...
- ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
tvOnenews.com - Turnamen BWF World Tour super 750, India Open 2026 yang tengah berlangsung sejak tanggal 13 Januari ternyata dibanjiri kritikan pedas.
Penyelenggaraan turnamen yang banyak diikuti pemain kelas dunia itu harus menerima banyak kritikan sejak awal berlangsung.
Mulai dari kondisi venue pertandingan yang dianggap kotor hingga fasilitas untuk para atlet yang tidak tersedia pun menjadi sorotan.

- ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Tak hanya itu polusi udara di sekitar kota Delhi pun mendapatkan sorotan dari sejumlah atlet yang berpartisipasi.
Salah satunya tunggal putra peringkat ketiga dunia, Anders Antonsen yang memilih untuk mundur dari India Open 2026 karena polusi udara yang menurutnya bisa mempengaruhi kesehatannya.
Mengutip dari media India, Pragativadi, ini merupakan kali ketiga untuk Antonsen melewati India Open 2026.
Melalui Instagram pribadinya, Antonsen mengatakan bahwa tingkat polusi di ibu kota negara membuat dia sulit untuk berkompetisi dengan aman.
“Banyak yang penasaran mengapa saya menarik diri dari India Open untuk tahun ketiga berturut-turut. Karena polusi ekstrem di Delhi saat ini, saya rasa tempat ini bukan tempat yang tepat untuk menyelenggarakan turnamen bulu tangkis,” tulisnya.

- PBSI
Atas keputusannya itu, Antonsen pun harus menerima denda sebesar lima ribu USD atau setara Rp 84 Juta.
Pasalnya, berdasarkan peraturan BWF, Pemain Unggulan Teratas, pemain tunggal teratas dan 10 pasangan ganda teratas—wajib berpartisipasi dalam turnamen World Tour 750, World Tour 1000, dan World Tour Finals, kecuali mereka memiliki pengecualian medis atau cedera yang sah.
Tak Antonsen, tunggal putri Denmark, Mia Blichfeldt, juga menyampaikan kritikannya terhadap penyelenggaraan India Open 2026.
Melansir dari laman ndtv.in, Mia menyebut kalau venue pertandingan India Open sangat kotor.
"Tempat ini (venue pertandingan) masih sangat kotor dan berbahaya bagi kesehatan pemain," kata Mia Blichfeldt.
Lalu ada tunggal putri Thailand, Ratchanok Intanon, juga mengeluhkan tidak adanya fasilitas penghangat di ruang tunggu pemain.
Ratchanok menyebut cuaca di India yang saat ini sedang dalam kondisi dingin ia harus menggunakan jaket tebal, sarung tangan dan penutup kepala tebal.
Load more