Klub-klub V-League Berebut Pemain Asia, Megawati Hangestri Jadi Incaran Utama
- KOVO
tvOnenews.com - Klub-klub V League semakin agresif memburu pemain kuota Asia untuk meningkatkan performa sekaligus menekan biaya, dengan Megawati Hangestri Pertiwi menjadi salah satu nama paling diburu menjelang musim baru.
Salah satu nama yang paling banyak disorot adalah Megawati Hangestri Pertiwi, atas performa impresifnya selama dua musim membela Red Sparks.
Perubahan sistem dari draft ke rekrutmen terbuka membuat klub lebih leluasa bersaing di pasar pemain.
- KOVO
Mereka kini menawarkan kontrak yang lebih kompetitif untuk mendapatkan pemain yang sudah terbukti kualitasnya di Liga Voli Korea, sekaligus memanfaatkan hubungan dan pengalaman kerja sama yang sudah terbangun sebelumnya.
Kebijakan kuota Asia sendiri awalnya diterapkan untuk menyeimbangkan kurangnya pemain lokal berkualitas, yang sebelumnya mendorong kenaikan gaji pemain domestik tanpa selalu sebanding dengan performa di lapangan.
Sebaliknya, pemain kuota Asia yang tepat dinilai mampu memberikan kontribusi setara dengan pemain asing non-Asia, namun dengan biaya jauh lebih rendah, yakni di bawah 200 juta won atau sekitar 135.900 dolar AS per tahun atau sekitar 2,17 miliar rupiah.
Menjelang musim baru, sejumlah klub bergerak cepat memperkuat skuad mereka. Hwaseong IBK Altos merekrut pemain tim nasional Jepang Miwako Osanai pada 15 April.
Osanai dikenal sebagai pemain serba bisa setelah tampil impresif di Liga SV Jepang, dengan catatan statistik tinggi baik dalam serangan maupun penerimaan bola.
Dua hari berselang, Heungkuk Life Insurance Pink Spiders mendatangkan Jastis Yauchi, yang musim sebelumnya bermain untuk Suwon Hyundai Hillstate.
Ia tampil menonjol dengan peringkat tinggi di berbagai aspek permainan, termasuk servis, pertahanan, dan penerimaan bola.
Rekrutmen ini juga dipengaruhi hubungan lama dengan pelatih Pink Spiders, Tomoko Yoshihara, yang pernah melatih Yauchi selama beberapa musim di Jepang.
Di sisi lain, Gimcheon Korea Expressway Hi-Pass berusaha mempertahankan pemain asal Thailand, Thanacha Sooksod, yang berperan penting dalam keberhasilan tim musim sebelumnya. Sementara itu, GS Caltex Seoul Kixx juga disebut menunjukkan ketertarikan terhadap pemain tersebut.
Nama yang paling mencuri perhatian dalam bursa transfer adalah Megawati Hangestri. Ia sebelumnya memperkuat Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks selama dua musim dan membantu tim mencapai playoff pertama dalam tujuh tahun.
Hal itu juga diakui oleh media Korea, menyusul kontribusi Megatron di tim berjuluk Red Force tersebut.
"Nama terbesar di pasar transfer adalah pemain andalan tim nasional Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi. Megawati, yang bermain untuk Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks selama dua musim terakhir, membantu klub tersebut mencapai babak playoff pertama mereka dalam tujuh tahun," tulis Korea Joongang Daily
Pada musim 2024–25, Megawati tampil sangat dominan dengan menempati peringkat teratas di hampir semua kategori serangan.
Ia juga diketahui memiliki kedekatan khusus saat bermain bersama setter Yeom Hye-seon, yang memunculkan spekulasi bahwa klub yang berhasil merekrut sang setter bisa memiliki peluang lebih besar mengamankan tanda tangan Megawati.
“Agen Megawati menyebut, ‘Kontrak individual juga dimungkinkan,’” yang menunjukkan bahwa proses negosiasi masih terbuka dan fleksibel.
Kehebatan Megawati Hangestri
Sebagai pemain kuota Asia asal Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi meninggalkan kesan mendalam selama dua musim bersama klub voli putri Jung Kwan Jang Red Sparks. Ia bahkan berhasil membawa tim tersebut menembus partai final V-League 2024/2025, meski akhirnya harus puas sebagai runner-up.
- Kolase tvOnenews.com / KOVO / Instagram/redsparks
Megawati memulai kiprahnya di V-League pada musim 2023–2024 bersama Red Sparks.
Pada musim debutnya, ia langsung menunjukkan kontribusi besar dengan menjadi pencetak poin terbanyak tim (736 poin), menempati peringkat ke-7 dalam daftar top skor liga, serta berada di posisi ke-4 dalam tingkat keberhasilan serangan sebesar 43,95%.
Performa Megawati meningkat signifikan pada musim berikutnya. Ia membawa Red Sparks melaju hingga final dan tampil dominan di berbagai aspek ofensif, termasuk menempati peringkat ke-3 dalam perolehan poin (802 poin) dan menjadi yang terbaik dalam persentase serangan keseluruhan (48,06%).
Ia juga memimpin beberapa kategori serangan seperti serangan terbuka, serangan tertunda, dan serangan dari lini belakang.
Di partai puncak, Red Sparks menghadapi Heungkuk Life Insurance Pink Spiders yang diperkuat Kim Yeon-koung, yang kini telah pensiun.
Pertandingan berlangsung ketat hingga game kelima, dengan Megawati tampil luar biasa dan mencetak 37 poin pada laga penentuan tersebut, meski pada akhirnya timnya belum berhasil meraih gelar juara. (ind)
Load more