Gagal Comeback, Megawati Hangestri Jadi Sorotan Media Korea usai Red Sparks Juru Kunci di V-League
- Instagram Red Sparks
tvOnenews.com - Red Sparks sepertinya masih kesulitan menemukan pengganti yang sepadan untuk posisi Megawati Hangestri, meski sudah mendatangkan pemain kuota Asia Wipawee Srithong hingga pemain asal Mongolia, Jamiyanpurev Enkhsoyol.
Musim ini, Jung Kwan Jang Red Sparks menutup V-League 2025-2026' dengan kekalahan 1-3 (23-25, 14-25, 25-23, 21-25) dari AI Peppers di Stadion Pepper, Gwangju, pada 15 Maret.
Pertandingan berjalan ketat, dengan kedua tim bergantian memimpin. Pada kedudukan imbang 23-23, Pepper Savings Bank berhasil unggul lewat serangan Park Eun-seo dan Shimamura.
- Instagram Red Sparks
Di set kedua, Red Sparks memasukkan Inkushi pemain yang bergabung pada Desember lalu setelah cedera yang dialami Wipawee Srithong.
Inkushi sebelumnya mengikuti Draft kuota Asia tetapi tidak terpilih, lalu bermain untuk Darkhan Moguls di Liga Utama Mongolia dan dikenal melalui acara variety show Rookie Coach Kim Yeon-kyung.
Dengan tinggi 180 cm, Inkushi diharapkan memiliki lompatan cepat dan potensi besar, namun level profesional menjadi tantangan.
Sepanjang musim ini, Inkushi mendapat kepercayaan bermain oleh Ko Hee-jin di 17 pertandingan, mencetak 104 poin, dengan tingkat keberhasilan serangan 32,65% dan blok 0,14. Meskipun sempat menjadi starter, pada akhirnya ia lebih banyak berada di zona pemanasan.
Selain Inkushi, Red Sparks juga mengakhiri kerja sama dengan pemain asing Elisa Zanette, yang menggantikan posisi opposite Megawati Hangestri.
- Kolase tvOnenews.com/ KOVO
Elisa Zanette dinilai belum mampu menandingi prestasi Megawati selama dua musim berturut-turut.
Media Korea My Daily sampai menyoroti performa Red Sparks asuhan Ko Hee-jin yang jauh menurun tanpa Megawati Hangestri, dan menekankan bahwa comeback “superstar” Megatron gagal terwujud musim ini.
“Jung Kwan Jang, yang finis terakhir di musim ini, berencana fokus pada perpanjangan kontrak pemain tengah Jeong Ho-young, serta mencari pemain kuota Asia baru karena kembalinya pemain kuota Asia 'superstar' Megawati Pertiwi gagal terwujud,” tulis My Daily.
Red Sparks menutup musim sebagai juru kunci, dengan catatan 8 kemenangan dan 28 kekalahan dari 36 pertandingan.
Situasi tim Red Sparks kini berbalik drastis. Setelah musim lalu menembus final V-League 2024/2025 bersama kombinasi pemain andalan Megawati Hangestri, Vanja Bukilic, dan Pyo Seung-ju.
Dalam dua musim sebelumnya, Red Sparks konsisten lolos ke playoff berkat performa gemilang Megawati dan tandemnya.
Di bawah arahan Ko Hee-jin dan dukungan Yeum Hye-seon sebagai setter senior, Red Sparks sempat menyingkirkan juara bertahan di babak playoff dan melaju ke final. Megawati bahkan memimpin tim meraih 13 kemenangan beruntun, menegaskan posisinya sebagai pemain kunci dalam dua musim terakhir.
Secara individu, prestasinya juga menonjol. Megawati meraih dua gelar MVP pada putaran ketiga dan keempat, bersaing ketat dengan Kim Yeon-koung.
Pengamat voli Korea, Cha Sang-hyun, bahkan menyebutnya “Mega Power” karena pengaruh besarnya di kompetisi Negeri Ginseng.
Pengalaman internasional Megawati kian menambah nilai kompetitifnya. Ia kemudian melanjutkan karier ke Liga Turki (Kadinlar 1 Ligi) bersama Manisa BBSK. Meski belum menjalani debut resmi, ia tampil menjanjikan di turnamen pramusim dan mempersembahkan trofi Ferdi Zeyrek 2025.
Pengalaman internasionalnya membuat manajemen Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026 langsung menganggap Megawati sebagai pemain asing, kini diperkuat bersama dua legiun impor lainnya. (ind)
Load more