Bersinar di Liga Korea, Megawati Hangestri Pernah Titip Pesan Menyentuh untuk Pevoli Muda Indonesia
- Kolase tvOnenews / Instagram/gia_day / KOVO
tvOnenews.com - Performa Red Sparks di Liga Voli Korea 2025/2026 menurun drastis setelah kepergian Megawati Hangestri.
Tim asuhan Ko Hee-jin bahkan harus menelan kekalahan dramatis 2-3 dari AI Peppers dan kini terpuruk di dasar klasemen.
Situasi ini kontras dengan dua musim gemilang saat Megawati masih memperkuat Red Sparks. Bahkan, pada final V-League sebelumnya, Red Sparks hampir menggagalkan perpisahan indah legenda voli Korea, Kim Yeon-koung.

- KOVO
Jadi Sorotan Utama Media Korea
Sejak bergabung dengan Red Sparks, Megawati langsung mencuri perhatian publik Korea. Media seperti SBS Sports menayangkan liputan khusus mengenai persiapannya jelang laga melawan GS Caltex Seoul KIXX.
Tak hanya itu, berbagai media Korea juga rutin mengunggah video aksi-aksinya, terutama saat ia membawa Red Sparks meraih lima kemenangan beruntun.
Namun, di balik kesuksesan tersebut, Megawati mengaku sempat mengalami culture shock. Dalam wawancara di kanal YouTube The Korea Herald, ia menceritakan bagaimana budaya “ppali-ppali” (serba cepat) di Korea sempat membuatnya kewalahan.
Sebagai orang Indonesia yang terbiasa santai, ia harus beradaptasi dengan ritme hidup yang cepat dan penuh efisiensi. Meski awalnya terasa melelahkan, Megawati memilih menghargai budaya setempat dan menyesuaikan diri.
Adaptasi tersebut justru membentuk kebiasaan positif dalam kesehariannya. Ia menjadi lebih disiplin, tidak menunda waktu, dan lebih efektif memanfaatkan waktu istirahat.
“Habis latihan langsung mandi, beres-beres, jadi lebih banyak waktu untuk istirahat,” ujarnya.
Pesan untuk Para Pevoli Muda

- instagram megawatihangestrip
Menutup wawancaranya, Megawati memberikan pesan inspiratif untuk para junior yang ingin berkarier di luar negeri:
“Tetap semangat dan bekerja keras, jangan lupa berdoa. Gagal hari ini nggak apa-apa, mungkin akan ada kesuksesan di depan sana yang menanti kamu. Jangan cepat putus asa, jangan cepat puas dengan hasil yang sekarang.”
Ia juga mendorong para pevoli muda untuk berani keluar dari zona nyaman dan mencari pengalaman di berbagai tempat.
“Mengambil pengalaman di manapun kamu berada, jangan di satu tempat saja. Bisa jadi di berbagai tempat bisa membantumu, bisa menjadi sorotan dan lebih terkenal dari tempat sebelumnya. Lebih explore the world.” pungkasnya. (ind)
Load more