Red Sparks Kian Terpuruk, Nama Megawati Hangestri Kembali Disinggung Media Korea
- Tangkapan layar youtube solmangat
Penggantinya, Jamiyanpurev Enkhsoyol dari Mongolia, masih belum mampu memenuhi ekspektasi.
Kondisi Red Sparks pun menjadi sorotan media Korea Selatan.
MyDaily secara khusus menyinggung perbedaan kekuatan tim dibanding musim lalu, ketika Megawati masih menjadi bagian skuad.
"Red Sparks sedang berjuang untuk keluar dari posisi juru kunci klasemen," tulis MyDaily.
"Pyo Seung-ju , Megawati, dan Bukilic, semua pemain kunci di skuad runner-up musim lalu, telah pergi."
"Sang kapten Yeum Hye-seon absen di awal musim karena cedera, dan mantan anggota tim nasional Thailand, Wipawee Sithong meninggalkan tim tanpa memainkan satu pertandingan pun."
- KOVO
Di tengah tekanan, pelatih Ko Hee-jin menyadari perlunya pendekatan berbeda.
Ia menilai kelemahan utama tim saat ini terletak pada receive atau penerimaan bola pertama.
Karena itu, ia mulai memberi kepercayaan lebih kepada pemain muda seperti Lee Seon-woo, sembari mencoba mengoptimalkan potensi Enkhsoyol yang masih beradaptasi dengan liga.
Ko tetap optimistis masa depan Red Sparks belum sepenuhnya suram.
Ia percaya proses pembinaan yang konsisten bisa menjadi modal penting untuk bangkit.
"Perkembangan para pemain muda kita dapat menjadi kekuatan besar di paruh kedua musim ini dan musim depan," kata Ko Hee-jin.
"Musim masih berlanjut, para pemain harus terus bermain dan ini bukanlah akhir."
"Saya akan mengatasi ini dengan bijaksana dan penuh harapan, menyampaikan pesan, saya akan mengamati perkembangan para pemain dan memimpin musim ini dengan baik," imbuhnya.
Bagi Red Sparks, musim 2025–2026 mungkin menjadi salah satu periode tersulit dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, di balik keterpurukan yang terus menghantui, bayang-bayang kejayaan masa lalu bersama Megawati Hangestri justru semakin menegaskan satu hal, kehadiran sang opposite asal Indonesia pernah menjadi pembeda besar bagi Red Sparks. (tsy)
Load more