Pelatih Rajawali O2C Ungkap Biang Kerok Ratri Wulandari Cs Babak Belur di Final Four Livoli Divisi Utama 2025
- PBVSI
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Rajawali O2C, Octavian mengungkapkan alasan mengapa anak asuhnya bisa babak belur di Final Four Livoli Divisi Utama 2025, yang berlangsung di GOR Ki Mageti, Magetan, Jawa Timur.
Rajawali O2C kembali dipaksa menelan kekalahan usai tumbang dari TNI AU Electric di hari pertama putaran kedua Final Four Livoli Divisi Utama 2025 pada Selasa (14/10/2025).
TNI AU Electric meraih kemenangan dari Rajawali O2C dengan skor 3-1 (25-9, 23-25, 25-17, 25-14). Hasil ini menjadi kemenangan kedua untuk Ersandrina Devega dan kawan-kawan.
Tercatat dari empat laga yang dilakoni, TNI AU telah meraih dua kemenangan dan dua kekalahan. Dua kemenangan ditorehkan saat melawan Rajawali O2C. Sementara dua sisanya tumbang dari Petrokimia Gresik dan Bank Jatim.
Di sisi lain, hasil ini menjadi torehan buruk bagi Rajawali O2C, di mana tim asal Bandung, Jawa Barat itu tak pernah menang sepanjang babak final four bergulir.
Pelatih Rajawali O2C, Octavian menyatakan kebanggaannya meskipun timnya harus mengakui keunggulan TNI AU. Ia secara jujur menyoroti tantangan besar yang mereka hadapi di babak Final Four ini.
Yakni karena mereka tampil pincang usai kehilangan enam pemain, yang dicoret karena dipanggil untuk membela Timnas Voli Putri Indonesia U-18 di Asian Games Youth 2025, yang bergulir di Bahrain pada 22-30 Oktober mendatang.
Mereka adalah Tina Syifa Sabla Salim (OP, Syelomitha Afrilaviza Injilia Wongkar (OH), Shakira, Tirta Ayu Wijaya (S), Naisya Pratama Putri (OH, Tazma Aprilia (S), dan Syabilla Hilal Ramadhan (MB).
"Kami memang datang ke Magetan ini dengan kekuatan yang sangat berkurang. Enam pemain utama, termasuk beberapa pilar, harus absen karena panggilan pendidikan dan TC Timnas U-18. Kekalahan ini sudah kami antisipasi, tapi saya sangat bangga melihat determinasi anak-anak muda di lapangan," ujar Octavian.
Mengenai set kedua yang berhasil mereka menangkan, Octavian menjelaskan bahwa saat itu timnya bermain tanpa beban. Selain itu pelatih yang akrab disapa Coach Ook tersebut tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya.
"Mereka bermain tanpa beban. Itu adalah kunci. Ketika mereka bermain lepas, potensi mereka keluar. Ini adalah panggung pembelajaran terbaik bagi mereka di level tertinggi. Target kami adalah berjuang keras di setiap laga untuk mengumpulkan pengalaman berharga demi masa depan tim," tambahnya.
Sementara itu, kapten tim TNI AU Electric, Dewi Intansari, mengakui adanya lengah di set ketiga yang berhasil dicuri oleh tim Rajawali O2C.
"Alhamdulillah, kami menang, tapi kami akui ada catatan penting di set kedua. Kami terlalu percaya diri setelah unggul di set pertama. Kami sempat goyah di receive dan komunikasi di lapangan. Anak-anak muda Rajawali bermain all-out, mereka menyulitkan kami," kata Dewi.
"Kami langsung evaluasi singkat dan kembali fokus di set ketiga. Kunci kemenangan kami adalah memperketat blok dan memperbaiki receive, serta tidak lagi meremehkan lawan. Ini akan menjadi pelajaran berharga untuk laga-laga selanjutnya di Final Four Livoli 2025 ," tutupnya.
(nad)
Load more