News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Indonesia Hanya Sanggup Kirim 12 Atlet ke SEA Games 2025, Cek Faktanya

Beredar kabar bahwa Indonesia hanya mampu mengirimkan 12 atlet saja ke ajang Pesta Olahraga Asia Tenggara atau SEA Games 2025, yang berlangsung di Thailand pada 9-20 Desember mendatang.
Selasa, 7 Oktober 2025 - 14:39 WIB
SEA Games 2025 di Depan Mata, Indonesia Krisis Anggaran! Apa Dampaknya?
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Beredar kabar bahwa Indonesia hanya mampu mengirimkan 12 atlet saja ke ajang Pesta Olahraga Asia Tenggara atau SEA Games 2025, yang berlangsung di Thailand pada 9-20 Desember mendatang.

Kabar ini marak di media sosial, termasuk sebuah unggahan di Threads yang mengatakan bahwa kontingen Indonesia hanya dapat mengirimkan 12 atlet ke pesta olahraga terbesar di ASEAN tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

SEA Games merupakan ajang olahraga multi cabang yang digelar setiap dua tahun sekali. Pesta olahraga itu diikuti 11 negara yang ada di kawasan Asia Tenggara.

Pada postingan di Threads, disebutkan bahwa Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir menyatakan keterbatasan anggaran menjadi alasan Indonesia hanya bisa mengirimkan 12 atlet saja.

“CUMA BISA KIRIM 12 ATLET INDONESIA KE SEA GAMES DI THAILAND, ERICK THOHIR: ANGGARAN MINIM”

Unggahan tersebut juga diberi narasi: “SEA GAMES gak ada anggaran, MBG jalan terus.”

Lantas, benarkah Indonesia hanya mampu kirim 12 atlet di SEA Games 2025?

Faktanya Erick Thohir menjelaskan bahwa Purbaya Yudhi Sadewa selaku Menteri Keuangan RI telah membuka peluang sinkronisasi anggaran antara kedua kementerian untuk mendukung keikutsertaan Indonesia dalam SEA Games 2025.

Erick Thohir Tegaskan Semua Cabang Olahraga Penting Walau Masih Jadi Ketua Umum PSSI
Erick Thohir Tegaskan Semua Cabang Olahraga Penting Walau Masih Jadi Ketua Umum PSSI
Sumber :
  • Kemenpora

 

Erick Thohir mengatakan bahwa pemerintah saat ini telah menyiapkan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk mendukung partisipasi Indonesia di ajang tersebut. Dengan jumlah dana ini, Indonesia dapat mengirim sekitar 120 atlet, bukan 12 seperti yang disebut dalam unggahan.

Jumlah itu memang masih jauh lebih sedikit dibandingkan rata-rata jumlah atlet Indonesia pada SEA Games sebelumnya yang berkisar antara 700 hingga 900 atlet. Alhasil Kemenpora tengah membahas peningkatan anggaran dalam tiga bulan ke depan agar jumlah atlet yang dikirim bisa bertambah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami memang lagi fokus (penambahan anggaran) untuk SEA Games, karena SEA Games itu yang kami rasa (masih kurang),” tegas Erick Thohir, dikutip dari ANTARA.

(ant/nad)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT